E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Ego Sektoral Faktor Penghambat Integrasi Kebijakan dan Sistem di Sektor Keuangan

Diterbitkan
Sabtu, 11 Apr 2026 10.53 WIB
Bagikan:
Ego Sektoral Faktor Penghambat Integrasi Kebijakan dan Sistem di Sektor Keuangan

Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan LPS di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa, menyoroti belum optimalnya integrasi sistem antar-otoritas dalam sektor keuangan, khususnya yang melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

 

Musthofa menegaskan bahwa integrasi sistem data antar-lembaga menjadi kunci penting dalam mendeteksi potensi permasalahan perbankan sejak dini. Namun, ia mengungkapkan bahwa program tersebut hingga kini belum berjalan, meskipun sebelumnya telah direncanakan dan bahkan dianggarkan.

Lihat Juga :

Komisi XI Dukung Penguatan Langkah OJK Berantas Scam di Sektor Keuangan

Komisi XI Dukung Penguatan Langkah OJK Berantas Scam di Sektor Keuangan

Komisi III Bahas Laporan Keuangan dan Hasil Pemeriksaan BPK 2023 di BNN dan MPR

Komisi III Bahas Laporan Keuangan dan Hasil Pemeriksaan BPK 2023 di BNN dan MPR

 

“Sistem integrasi ini dulu sudah dianggarkan, tetapi tidak bisa dilaksanakan. Ini menjadi catatan penting,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan LPS di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

 

Dalam rapat tersebut, ia secara terbuka menyinggung adanya hambatan koordinasi antar-otoritas, termasuk dengan Otoritas Jasa Keuangan, yang dinilai belum sepenuhnya sejalan dalam implementasi sistem tersebut. Menurutnya, ego sektoral menjadi salah satu faktor penghambat integrasi kebijakan dan sistem di sektor keuangan.

 

“Jangan sampai ego sektoral membuat sistem yang seharusnya bisa memperkuat pengawasan justru tidak berjalan,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

 

Musthofa menilai, sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), LPS seharusnya tidak hanya berperan dalam penyelesaian bank bermasalah, tetapi juga aktif dalam membangun sistem pencegahan berbasis data yang terintegrasi.

 

Ia menekankan pentingnya kemampuan deteksi dini terhadap potensi krisis, sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk. Menurutnya, sistem yang terintegrasi akan memungkinkan identifikasi “lampu kuning” pada kondisi perbankan secara lebih cepat dan akurat.

 

“Deteksi dini itu penting. Jangan menunggu sampai bank masuk resolusi baru bergerak,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Musthofa mendorong agar integrasi sistem tersebut dimasukkan dalam revisi undang-undang yang tengah dibahas DPR bersama pemerintah. Langkah ini dinilai penting agar memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak lagi terhambat dalam implementasinya.

 

“Selagi revisi undang-undang belum diketok, ini harus dimasukkan agar ke depan tidak lagi terhambat,” tambahnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan pengawasan dan regulasi, termasuk yang diatur melalui POJK, perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik antara bank besar dan bank kecil. Tanpa penyesuaian tersebut, upaya deteksi dini dan stabilisasi sistem keuangan dinilai tidak akan berjalan efektif.

 

Musthofa berharap, LPS bersama otoritas terkait dapat memperkuat koordinasi dan menghilangkan sekat-sekat kelembagaan ke depannya. Sehingga, sistem pengawasan yang terintegrasi benar-benar dapat diwujudkan demi menjaga stabilitas sektor keuangan dan kepercayaan masyarakat. (hal/rdn)

Berita terkait

Komisi XI Dukung Penguatan Langkah OJK Berantas Scam di Sektor Keuangan
Ekonomi dan Keuangan
Komisi XI Dukung Penguatan Langkah OJK Berantas Scam di Sektor Keuangan
Komisi III Bahas Laporan Keuangan dan Hasil Pemeriksaan BPK 2023 di BNN dan MPR
Politik dan Keamanan
Komisi III Bahas Laporan Keuangan dan Hasil Pemeriksaan BPK 2023 di BNN dan MPR
Puteri Komarudin Dukung Kerja Sama RI-Korsel di Sektor Jasa Keuangan
Ekonomi dan Keuangan
Puteri Komarudin Dukung Kerja Sama RI-Korsel di Sektor Jasa Keuangan
Tags:#keuangan
Sebelumnya

Penanganan Banjir Rob di Belawan Belum Optimal, Minta Rencana Kerja Lebih Konkret

Selanjutnya

Rencana Pajaki Pedagang Online Jangan Sampai Bebani Pelaku Usaha Kecil

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(779)
  • Industri dan Pembangunan(2855)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2711)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3427)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Infrastruktur|Pendidikan|Pariwisata|pascabencana|RUU Satu Data|KUHP|narkotika|RUU Hukum Perdata Internasional|KUHAP|bantuan|swasembada|industri|petani
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 87%
Angin: 5 km/h