
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Ravindra Airlangga dalam pertemuan BKSAP-BALEG DPR RI dengan OECD Accession Coordinator di Ruang Delegasi DPR RI, Senayan, Jakarta.
PARLEMENTARIA, Jakarta - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI optimistis proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, khususnya melalui peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi. Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Ravindra Airlangga, menyampaikan bahwa keanggotaan OECD akan mendorong Indonesia mengadopsi standar global governance yang diyakini mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Dengan masuk ke OECD, Indonesia akan menerapkan standar tata kelola global. Ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan internasional, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi, termasuk peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB),” ujar Ravindra kepada Parlementaria usai pertemuan BKSAP-BALEG DPR RI dengan OECD Accession Coordinator di Ruang Delegasi DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan proyeksi, aksesi OECD berpotensi meningkatkan PDB Indonesia hingga 0,8 persen apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target waktu. Namun demikian, Ravindra menekankan bahwa terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam aspek regulasi.
DPR RI, menurutnya, memiliki peran strategis dalam melakukan harmonisasi dan sinkronisasi berbagai undang-undang agar selaras dengan standar OECD. “Beberapa regulasi yang perlu disesuaikan antara lain undang-undang di bidang statistik, ketentuan mengenai anti-penyuapan terhadap pejabat asing, serta regulasi terkait perdagangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antar alat kelengkapan dewan, termasuk BKSAP dan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, guna memastikan proses penyesuaian regulasi berjalan efektif dan terkoordinasi. BKSAP, jelasnya, akan terus berperan aktif sebagai penghubung antara parlemen Indonesia dengan OECD, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dengan negara-negara anggota.
“Kami optimistis, dengan koordinasi yang baik dan komitmen bersama, aksesi Indonesia ke OECD dapat tercapai sesuai target dan memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional,” tutupnya. (bit/um)