E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Badai Petir
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 87%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Badai Petir
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 87%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Badai Petir
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 87%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Firman Soebagyo: Skema Tebus Pupuk Berbasis KTP Permudah Petambak

Diterbitkan
Rabu, 25 Feb 2026 10.59 WIB
Bagikan:
Firman Soebagyo: Skema Tebus Pupuk Berbasis KTP Permudah Petambak

Stok Beras Melimpah Jangan Sampai Abaikan Masyarakat Miskin Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pangan.

PARLEMENTARIA, Gresik – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengapresiasi mekanisme distribusi pupuk subsidi bagi pembudidaya ikan yang dinilai lebih sederhana dan mudah diakses masyarakat.

Firman menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan di koperasi penyalur, penebusan pupuk subsidi kini cukup menggunakan satu data KTP. Ia menilai mekanisme tersebut efektif serta tidak membebani petambak dengan persyaratan administratif tambahan.

“Kami melihat sistem penebusan dengan satu data KTP ini sudah baik dan memudahkan. Karena saat ini distribusi pupuk subsidi sektor perikanan mulai ditangani langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, kami meminta agar prosedur yang sederhana ini dipertahankan tanpa menambah aturan yang justru menyulitkan,” ujar Firman kepada Parlementaria usai Kunjungan Kerja Reses Komisi IV di Manyar, Gresik, Jawa Timur, Senin (23/02/2026).

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 kembali mengalokasikan pupuk subsidi bagi sektor perikanan budidaya setelah sebelumnya tidak termasuk dalam skema penerima manfaat. Secara nasional, alokasi pupuk subsidi untuk perikanan budidaya mencapai sekitar 295 ribu ton. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas tambak.

Namun demikian, Firman menyoroti adanya kendala teknis di lapangan, terutama di wilayah yang belum memiliki akses sinyal memadai. Sistem digital penebusan pupuk membuat sebagian petambak harus menuju desa lain untuk melakukan transaksi, sehingga menambah beban biaya transportasi.

Firman pun mengusulkan agar ke depan distribusi diperkuat melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun koperasi desa, termasuk Koperasi Merah Putih yang menaungi petani dan nelayan. Dengan mekanisme tersebut, petambak cukup menebus pupuk di tingkat desa, sementara pengambilan dari distributor dapat difasilitasi oleh koperasi.

“Prinsipnya, subsidi harus benar-benar mempermudah dan tidak menambah beban biaya. Jika diperlukan, distributor juga dapat membantu distribusi sampai ke koperasi desa,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Dalam kesempatan yang sama, Firman menilai sektor budidaya perikanan memiliki prospek ekonomi yang sangat besar. Data menunjukkan produksi perikanan budidaya nasional jauh melampaui perikanan tangkap, sehingga pengembangannya perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pangan nasional. Kabupaten Gresik sendiri dikenal sebagai salah satu sentra tambak di Jawa Timur dengan kontribusi signifikan terhadap produksi bandeng dan udang.

Ia mengakui alokasi pupuk subsidi telah disambut positif oleh para petambak. Dukungan pupuk, terutama jenis urea, dinilai mampu meningkatkan kesuburan tambak dan mendongkrak hasil produksi. Namun, Firman mengingatkan agar peningkatan produksi tersebut diimbangi dengan penguatan sisi permintaan.

“Yang menjadi kekhawatiran petambak adalah ketika produksi meningkat, tetapi serapan pasar tidak bertambah sehingga harga turun saat panen raya. Ini harus diantisipasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Komisi IV mendorong pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memastikan adanya skema penyerapan hasil panen. Salah satu opsi yang didorong adalah integrasi hasil budidaya ikan dalam program prioritas pemerintah, sehingga petambak memiliki kepastian pasar dan harga tetap stabil.

Firman juga menekankan pentingnya mendorong budaya konsumsi ikan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi perikanan yang besar dan relatif lebih mandiri dibandingkan komoditas protein lain yang masih memiliki ketergantungan impor.

“Dengan potensi yang kita miliki, seharusnya ikan menjadi sumber protein utama masyarakat. Strategi produksi dan konsumsi harus diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional,” tutupnya. •mun/rdn

Berita terkait

Firman Soebagyo Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo Desak Transformasi Industri Pupuk ke Arah Organik
Firman Soebagyo: Pemerintah Miliki Kesalahan Cara Pandang tentang Pupuk Subsidi
Populer
Firman Soebagyo: Pemerintah Miliki Kesalahan Cara Pandang tentang Pupuk Subsidi
Firman Soebagyo: Kebijakan Rayonisasi Harga Beras Tidak Adil!
Industri dan Pembangunan
Firman Soebagyo: Kebijakan Rayonisasi Harga Beras Tidak Adil!
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Stok Beras Melimpah Jangan Sampai Abaikan Masyarakat Miskin Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pangan

Selanjutnya

Kasus Bunuh Diri Anak Sekolah di NTT dan Demak Alarm bagi Negara Wajib Lindungi Generasi Muda

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Badai Petir
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 87%
Angin: 3 km/h