E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Selly Pertanyakan Target Investasi BPKH, Komisi VIII Minta RKAT 2026 Ditinjau Ulang

Diterbitkan
Rabu, 4 Feb 2026 11.12 WIB
Bagikan:
Selly Pertanyakan Target Investasi BPKH, Komisi VIII Minta RKAT 2026 Ditinjau Ulang

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kepala Badan Pelaksana BPKH di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Foto : Alma/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mempertanyakan ketidaksesuaian target dan realisasi pengembangan investasi langsung Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kepala Badan Pelaksana BPKH di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Selly menyoroti informasi bahwa target investasi langsung sempat diproyeksikan mencapai Rp700 miliar, namun realisasinya hanya sekitar Rp200 miliar. Ia menilai hal ini perlu menjadi catatan serius DPR, terlebih BPKH mengajukan penambahan biaya operasional sebesar Rp539 miliar.

“Mendengarkan asumsi ada target pengembangan investasi langsung ternyata sisi manfaatnya tidak sesuai dengan target, betul apa tidak? Bahwa ternyata targetnya diharuskan sampai Rp700 miliar tetapi ternyata hanya mencapai Rp200 miliar,” ujar Selly.

Selly menegaskan, Komisi VIII perlu memastikan RKAT BPKH disusun realistis dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengingatkan agar penambahan operasional tidak disetujui tanpa kejelasan strategi percepatan capaian target.

“Dengan pengajuan sebesar Rp539 miliar untuk operasional ini kira-kira apakah BPKH bisa melakukan kecepatan dengan kita menyetujui RKAT ini. Jangan sampai BPKH meminta penambahan operasional tetapi target-target yang di RKAT-nya tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Selly juga mempertanyakan faktor yang menyebabkan kelemahan realisasi target tersebut, termasuk dampak dua tahun terakhir ketika investasi langsung disebut tidak dapat dilakukan secara optimal.

Selain target investasi, Selly menyoroti penyertaan modal BPKH pada dua entitas, yakni Bank Muamalat dan BPKH Limited. Ia menilai keberadaan serta kinerja anak perusahaan tersebut seharusnya dipaparkan secara jelas karena berkaitan langsung dengan dana investasi yang telah ditempatkan.

“Saya justru agak terkaget terkait catatan saya di dua anak perusahaan yang bapak-bapak miliki yaitu Bank Muamalat dengan BPKH Limited. Konsep ini tidak bapak paparkan pada kita hari ini. Bagaimana keberadaan anak perusahaan tadi karena ini juga menyangkut keuangan yang kita investasikan,” kata Selly.

Ia juga mengingatkan agar BPKH meneliti kembali target RKAT 2026 yang diasumsikan bergantung pada perubahan regulasi, termasuk pembahasan Undang-Undang terkait pengelolaan haji yang saat ini masih berjalan. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional juga harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan target.

“Saya harus sampaikan realistis apa tidak. Kondisi ekonomi kita tidak baik-baik saja, betul tidak. Pembatalan saja ada. Apakah target itu juga bisa seperti yang Bapak harapkan dan mohon diteliti kembali,” ujarnya.

Selly menegaskan Fraksi PDI-Perjuangan tidak ingin RKAT disepakati namun di tengah jalan harus direvisi karena target yang tidak realistis. “Jangan sampai kita mengiyakan tapi ternyata ini hanya di awang-awang nanti di pertengahan jalan, kita harus melakukan RKAT yang kedua. RKAT itu kan cukup sekali tapi fix,” tegasnya.

Rapat kerja tersebut menghasilkan sejumlah kesimpulan. Komisi VIII mendesak Kepala Badan Pelaksana BPKH untuk melakukan review terhadap target RKAT Tahun 2026. Komisi juga meminta BPKH memberikan penjelasan rinci biaya operasional pada setiap item kelompok biaya operasional.

Selain itu, Komisi VIII mendesak BPKH agar menjabarkan langkah-langkah strategis dalam merealisasikan target imbal hasil tahun 2026 sebesar 7,90 persen, sehingga perencanaan BPKH dapat berjalan lebih terukur, akuntabel, dan sesuai harapan jemaah haji. •ssb/aha

Berita terkait

Komisi VIII Minta BPKH Jelaskan Tak Tercapainya Target 2025, Soroti Nilai Manfaat hingga Pengawasan Anak Usaha
Kesejahteraan Rakyat
Komisi VIII Minta BPKH Jelaskan Tak Tercapainya Target 2025, Soroti Nilai Manfaat hingga Pengawasan Anak Usaha
Apresiasi Kinerja Menteri Investasi, Dorong Capai Target Investasi Ekonomi Hijau 2026
Industri dan Pembangunan
Apresiasi Kinerja Menteri Investasi, Dorong Capai Target Investasi Ekonomi Hijau 2026
Realisasi Investasi Lampaui Target, Komisi VI Minta Batam Tingkatkan Daya Saing
Industri dan Pembangunan
Realisasi Investasi Lampaui Target, Komisi VI Minta Batam Tingkatkan Daya Saing
Tags:#Seputar Parlemen#Baleg
Sebelumnya

Baleg Tunda Harmonisasi RUU Perubahan Iklim

Selanjutnya

Adang Daradjatun Dorong Kejelasan Tindak Lanjut Intelijen Keuangan PPATK

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 4 km/h