E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Legislator Soroti Tata Kelola MBG Usai Kasus Keracunan

Diterbitkan
Rabu, 21 Jan 2026 09.42 WIB
Bagikan:
Legislator Soroti Tata Kelola MBG Usai Kasus Keracunan

Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa. Foto : Putri Agustina/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan tersebut menyusul temuan makanan busuk di Lampung serta insiden keracunan massal yang menimpa peserta didik di Mojokerto, Jawa Timur.

Neng Eem menyatakan keprihatinannya atas sejumlah kejadian tersebut. Menurutnya, insiden keracunan dan distribusi makanan tidak layak konsumsi menunjukkan masih lemahnya pengawasan dan penerapan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

“Kami sangat prihatin ketika anak-anak justru terdampak keracunan atau menerima makanan yang tidak layak. Kejadian ini menjadi alarm serius bahwa tata kelola dan pengawasan MBG harus diperbaiki secara menyeluruh. Aspek kebersihan dan keamanan pangan adalah harga mati dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini,” ujar Neng Eem dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menyoroti faktor cuaca musim hujan yang dinilai mempercepat proses pembusukan bahan pangan. Dalam kondisi tersebut, Neng Eem meminta SPPG tidak menjalankan program dengan mekanisme normal, melainkan melakukan penyesuaian terhadap prosedur operasional standar (SOP) agar sesuai dengan kondisi lingkungan dan risiko yang ada.

Menurutnya, potensi kontaminasi pangan dapat terjadi di setiap tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan di dapur, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Guna mencegah kejadian serupa terulang, Neng Eem menekankan sejumlah langkah krusial yang harus segera dilakukan pemerintah. Pertama, pemeriksaan kualitas dan kesegaran bahan pangan harus diperketat sebelum masuk ke proses pengolahan. Kedua, penerapan standar penyimpanan yang memadai, termasuk pengaturan suhu dan waktu distribusi, harus dipastikan agar makanan tetap aman dikonsumsi.

Ketiga, aspek kebersihan fasilitas pengolahan harus menjadi prioritas utama. Standar higienitas dapur, peralatan masak, serta ketersediaan air bersih, menurutnya, tidak boleh dikompromikan. Keempat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya petugas SPPG, juga menjadi faktor penentu keberhasilan program MBG.

“Petugas SPPG harus terus di-upgrade kapasitasnya karena merekalah yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas dan keamanan MBG,” tegas Legislator Fraksi PKB.

Neng Eem mengingatkan bahwa apabila persoalan ini tidak segera dibenahi dan terus berulang, dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan anak-anak, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap program MBG secara keseluruhan.

“Jika kepercayaan publik menurun, tujuan besar program ini untuk meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia akan terganggu. Komisi IX DPR RI akan terus mengawal agar program MBG berjalan aman, higienis, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. •fa/aha

Berita terkait

Dugaan Tindak Pidana, Kasus Keracunan MBG Tidak Bisa Dianggap Kecil
Kesejahteraan Rakyat
Dugaan Tindak Pidana, Kasus Keracunan MBG Tidak Bisa Dianggap Kecil
Marak Kasus Keracunan MBG Lagi, Komisi IX Minta Audit Keamanan Kandungan Menu
Kesejahteraan Rakyat
Marak Kasus Keracunan MBG Lagi, Komisi IX Minta Audit Keamanan Kandungan Menu
Legislator Pertanyakan Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola Minyak
Politik dan Keamanan
Legislator Pertanyakan Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola Minyak
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IX
Sebelumnya

Komisi II Jaring Partisipasi Publik terkait Revisi UU Pemilu

Selanjutnya

Penetapan Tersangka Guru Honorer Jambi Berlebihan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h