E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Kunjungi MM2100 Cikarang, Komisi VII Jaring Aspirasi terkait RUU Kawasan Industri

Diterbitkan
Jumat, 28 Nov 2025 12.55 WIB
Bagikan:
Kunjungi MM2100 Cikarang, Komisi VII Jaring Aspirasi terkait RUU Kawasan Industri

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay saat kunjungan kerja spesifik ke kawasan industri MM2100 Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025). Foto : Uc/Andri.

PARLEMENTARIA, Kabupaten Bekasi – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke kawasan industri MM2100 Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025), untuk menampung aspirasi menyangkut RUU Kawasan Industri. Tujuan utama adalah menggali masukan dari pelaku industri terkait regulasi kawasan industri yang akan digodok di Komisi VII DPR RI.

Kawasan industri dipandang penting sebagai pusat konsolidasi perizinan, pengelolaan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Namun, masih banyak pabrik yang berdiri di luar kawasan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, diperlukan payung hukum yang mempertegas arah pengembangan industri nasional.

“Nah sementara sekarang ini kan masih banyak yang di luar kawasan. Nah karena itu kita perlu ada aturan bagaimana agar ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay usai menghadiri pertemuan tersebut.

Saleh memberikan apresiasi terhadap pengelolaan kawasan industri MM2100 yang dinilai berhasil berkembang secara berkelanjutan. Kawasan ini hadir sejak 1990 dan menjadi salah satu kawasan industri tertua serta terluas di Indonesia. Aktivitas industrinya menyerap hingga 150 ribu tenaga kerja dari sektor manufaktur, termasuk perusahaan dengan Penanaman Modal Asing.

“Tadi sudah dipaparkan tentang keberadaan kawasan industri ini dan saya lihat bahwa kawasan industri ini sudah sangat maju, sudah modern dan sudah memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dan mereka juga taat pada seluruh regulasi yang dikeluarkan oleh DPR dan juga pemerintah,” kata Saleh.

Kesiapan tenaga kerja di kawasan industri tak luput menjadi sorotan dalam forum ini. Saleh menyampaikan bahwa Komsi VII DPR RI memastikan kebutuhan industri terpenuhi melalui pendidikan vokasi yang tepat sasaran. Salah satu keunggulan MM2100 adalah keberadaan SMK Mitra Industri yang didirikan berdasarkan kebutuhan tenant di kawasan tersebut.

“Kelihatannya ada hal yang sangat spesifik di tempat ini yang membuatnya justru berbeda dengan kawasan industri lain, yaitu dia punya SMK sendiri. Nah SMK yang ada di sini justru dimulai dari permintaan dari industri-industri yang ada di sini,” ungkap politisi Fraksi PAN itu.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi VII DPR RI mendapat masukan langsung dari pelaku industri yang ada di kawasan MM2100. Mereka menyampaikan sejumlah persoalan terkait keamanan, birokrasi perizinan, pengelolaan lingkungan hingga penyerapan produksi yang berkaitan dengan TKDN. Semua catatan itu akan dipelajari DPR dalam pembahasan RUU.

Saleh menegaskan keterlibatan industri bukan hanya pada tahap implementasi, tetapi sejak penyusunan naskah akademik. Komisi VII ingin memastikan undang-undang yang dihasilkan memiliki dampak nyata pada kemajuan industri. Aspirasi pelaku industri dipandang menjadi dasar penting dalam merancang kebijakan.

“Kami ingin menampung pikiran-pikiran dari para industri yang ada, apa yang ingin mereka muat dan tuangkan dalam undang-undang? Apa yang ada dalam pikiran mereka untuk melindungi mereka, juga untuk menambah semangat mereka dalam bekerja? Tentu itu akan menjadi bahan-bahan pertimbangan kita, referensi kita, dalam rangka menyempurnakan, menyusun undang-undang kawasan industri,” ucapnya.

RUU Kawasan Industri telah ditetapkan sebagai inisiatif DPR dan masuk dalam Prolegnas Prioritas. Regulasi ini diarahkan untuk memperkuat daya saing, membangun industri hijau, dan mengatur tanggung jawab kawasan industri secara menyeluruh. Komisi VII menilai penguatan regulasi dibutuhkan agar perkembangan industri berjalan seimbang dengan kesejahteraan pekerja.

Dalam kesempatan yang sama, Saleh ikut menekankan aspek perlindungan tenaga kerja sebagai perhatian utama. Ia menyampaikan perlunya penegasan kewajiban kawasan industri, termasuk pemenuhan upah, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang layak. Menurutnya, kepentingan pekerja juga harus menjadi fokus dalam penguatan industri nasional. •uc/aha

Berita terkait

Banyu Biru: RUU Kawasan Industri Harus Percepat Transformasi Ekonomi Rendah Karbon
Industri dan Pembangunan
Banyu Biru: RUU Kawasan Industri Harus Percepat Transformasi Ekonomi Rendah Karbon
Komisi VI Dukung Kawasan Industri Terpadu Batang Pusat Pertumbuhan Industri Nasional
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Dukung Kawasan Industri Terpadu Batang Pusat Pertumbuhan Industri Nasional
Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Harus Transparan
Industri dan Pembangunan
Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri MM2100 Harus Transparan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Komisi VI Siapkan Regulasi Atasi Persaingan Usaha Tak Sehat Akibat Predatory Pricing

Selanjutnya

Daya Saing SDM Nasional Didorong Lewat Pendidikan Vokasi di Kawasan Industri

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h