E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuMajalahBuletinTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda Rapat DPRWEBSITE DPR
TRENDING:
Komisi XII|Komisi VII|Anggaran|Komisi X|Komisi IV|Baleg|Komisi VIII|Komisi IX|karhutla|Komisi II|Bencana|Komisi III|RUU Reforma Agraria
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuMajalahBuletinTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda Rapat DPRWEBSITE DPR
TRENDING:
Komisi XII|Komisi VII|Anggaran|Komisi X|Komisi IV|Baleg|Komisi VIII|Komisi IX|karhutla|Komisi II|Bencana|Komisi III|RUU Reforma Agraria
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuMajalahBuletinTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda Rapat DPRWEBSITE DPR
TRENDING:
Komisi XII|Komisi VII|Anggaran|Komisi X|Komisi IV|Baleg|Komisi VIII|Komisi IX|karhutla|Komisi II|Bencana|Komisi III|RUU Reforma Agraria
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Batasi Kuota Impor, Totok Hedisantosa Ingatkan Gula Rafinasi Jangan Merembes ke Pasar Rakyat

Diterbitkan
Senin, 6 Okt 2025 09.45 WIB
Bagikan:
Batasi Kuota Impor, Totok Hedisantosa Ingatkan Gula Rafinasi Jangan Merembes ke Pasar Rakyat

Anggota Komisi VI DPR RI GM Totok Hedisantosa saat mengikuti Kunjungan Kerja dalam rangka meninjau Perkembangan Industri Gula dan Ketahanan Pangan, di Surabaya, Jawa Timur Jumat (3/10/2025). Foto: Runi/vel.

PARLEMENTARIA, Surabaya – Anggota Komisi VI DPR RI GM Totok Hedisantosa menyoroti persoalan peredaran gula rafinasi yang kerap merembes ke pasar konsumsi masyarakat. Padahal, sesuai aturan, gula rafinasi hanya diperuntukkan bagi kebutuhan industri.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menegaskan bahwa kebutuhan gula nasional sebenarnya dapat tercukupi dari produksi dalam negeri. Namun, masalah utama terletak pada mekanisme pasar dan distribusi yang belum memberikan keuntungan memadai bagi petani.

“(Produksi) gula kita sebenarnya tercapai. Problemnya, petani belum mendapat benefit yang baik dari pertaniannya. Ditambah lagi, gula rafinasi yang seharusnya untuk industri malah merembes ke pasar rakyat karena lebih murah,” ujarnya saat mengikuti Kunjungan Kerja dalam rangka meninjau Perkembangan Industri Gula dan Ketahanan Pangan, di Surabaya, Jawa Timur Jumat (3/10/2025). 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa impor gula untuk kebutuhan industri masih diperbolehkan, tetapi harus melalui asesmen data kebutuhan yang jelas agar kuotanya tidak berlebihan.

“Impor untuk industri silakan, karena kita memang belum bisa memenuhi sepenuhnya. Tetapi kuotanya harus jelas berdasarkan asesmen kebutuhan industri. Jangan kebutuhan hanya 4 ton tapi diimpor 10 ton, itu akhirnya sengaja masuk ke pasar,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah diminta memperhatikan penggunaan anggaran peningkatan produksi gula yang nilainya cukup besar, di mana pemerintah saat ini melalui melalui Badan Pengelola Investasi Danantara menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun dari BUMN Pangan, untuk menyerap gula kristal putih (GKP) petani yang menumpuk di gudang akibat isu impor gula dan produk etanol.

Dana tersebut disalurkan ke BUMN pangan seperti ID Food dan Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk membeli gula petani, menjaga agar harga gula tetap stabil di atas Rp 14.500 per kg, dan meningkatkan semangat petani tebu. Menurutnya Totok anggaran tersebut sah-sah saja digunakan, asalkan akuntabel dan berdampak pada produktivitas.

“Apapun yang dilakukan dengan dana besar, asal bisa dipertanggungjawabkan dan produktif, tidak masalah. Jangan sampai dana besar dikeluarkan tapi tidak meningkatkan produksi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan rendemen tebu. Rendemen yang rendah membuat hasil gula tidak optimal. Karena itu, ia mendorong PTPN dan lembaga terkait untuk aktif memberikan pelatihan serta penelitian agar petani mampu menanam tebu dengan baik di tengah perubahan iklim.

“Kalau rendemen terlalu kecil, hasilnya pasti kurang baik. Maka perlu ada litbang di PTPN dan institusi lain untuk membantu petani. Jangan semua disalahkan ke perubahan iklim, harus ada solusi konkret,” tandasnya. •rni/rdn

Berita terkait

Tidak Cukup Operasi di Lapangan, Rembesnya Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi Harus Diselesaikan dari Hulu
Industri dan Pembangunan
Tidak Cukup Operasi di Lapangan, Rembesnya Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi Harus Diselesaikan dari Hulu
Gula Impor Bocor ke Pasar Konsumsi, Komisi VI Desak Evaluasi Total Tata Niaga Gula Nasional
Industri dan Pembangunan
Gula Impor Bocor ke Pasar Konsumsi, Komisi VI Desak Evaluasi Total Tata Niaga Gula Nasional
Bentuk Panja, Komisi VI Selidiki Kebocoran Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi
Industri dan Pembangunan
Bentuk Panja, Komisi VI Selidiki Kebocoran Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Fathi: Uang Negara untuk Subsidi Listrik Harus Benar-Benar Sampai ke Rakyat

Selanjutnya

Reforma Agraria Beri Dampak Nyata bagi Rakyat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1159)
  • Industri dan Pembangunan(3970)
  • Isu Lainnya(1079)
  • Kesejahteraan Rakyat(3962)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4792)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Majalah Parlementaria 258
Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuMajalahBuletinTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda Rapat DPRWEBSITE DPR
TRENDING:
Komisi XII|Komisi VII|Anggaran|Komisi X|Komisi IV|Baleg|Komisi VIII|Komisi IX|karhutla|Komisi II|Bencana|Komisi III|RUU Reforma Agraria
Jakarta:
Cerah
27°C
Terasa: 31°C
Lembab: 73%
Angin: 3 km/h