E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 81%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 81%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 81%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Ancaman Deforestasi, Firman Sayangkan Buka Lahan 20 Juta Hektare Hutan untuk Sumber Pangan

Diterbitkan
Kamis, 9 Jan 2025 10.58 WIB
Bagikan:
Ancaman Deforestasi, Firman Sayangkan Buka Lahan 20 Juta Hektare Hutan untuk Sumber Pangan

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo. Foto : Dok/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo merasa prihatin atas terancamnya luasan serta kelestarian hutan Indonesia. Keprihatinan Firman berangkat dari pernyataan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang mengungkap rencana pengalihan lahan hutan.

Firman menyayangkan, tak kurang 20 juta hektare lahan hutan, menurut Menteri Kehutanan, akan digunakan sebagai sumber ketahanan pangan hingga energi. Politisi senior Golkar ini bahkan menyindir Menteri Kehutanan kurang memahami persoalan kehutanan.

“Saya prihatin dan sedih, seharusnya dalam menghadapi ancaman perubahan iklim, keberadaan hutan sangat penting dan semestinya kita harus jaga. Sekarang, ada niatan untuk melakukan alih fungsi hutan untuk menunjang ketahanan pangan apalagi akan ditanam tanaman seperti hortikultura, singkong, tebu, dan sebagainya. Memang tidak ada cara lain (menunjang ketahanan pangan) selain merusak hutan dan melakukan deforestasi?,” papar Firman dalam keterangan kepada media, di Jakarta, Senin (6/1/2025).

“Memang tidak ada cara lain (menunjang ketahanan pangan) selain merusak hutan dan melakukan deforestasi?”

Firman pun mengingatkan mengenai bahayanya pernyataan Raja Juli tersebut karena bisa disalahtafsirkan masyarakat.

“Inilah akibat kalau menteri yang tidak paham tentang filosofi hutan dan kehutanan. Tolong para eselon I dan II agar mengingatkan menterinya. Tidak perlu takut selama yang disampaikan benar!,” sambung Firman.

“Jangan selalu mencari jalan pintas dan malas berpikir untuk mencapai tujuan. Intensifikasi dan teknologi jauh lebih tepat seperti yang dikembangkan negara negara maju lainnya”

Ia menilai, niat pemerintah memang baik dalam mewujudkan swasembada pangan dan harus didukung, tetapi jangan sampai mengorbankan kelestarian lingkungan yang seharusnya bisa jadi warisan bagi generasi masa depan bangsa dan hutan adalah sumber kehidupan.

“Meningkatkan produksi pangan tidak harus selalu mengorbankan hutan. Ekstensifikasi bukan sebuah solusi. Jangan selalu mencari jalan pintas dan malas berpikir untuk mencapai tujuan. Intensifikasi dan teknologi jauh lebih tepat seperti yang dikembangkan negara negara maju lainnya,” imbuh Firman.

Firman menyebut, tren yang terjadi sekarang itu adalah green economy, seperti yang selalu disampaikan presiden Prabowo kepada negara-negara di dunia bahkan mencari cara untuk mengatasi efek rumah kaca dengan melakukan carbon trade, memenuhi kebutuhan pangan dengan pertanian vertikal.

Oleh karenanya, Firman menyayangkan apabila Indonesia malah akan melakukan deforestasi.

Firman pun meminta kepada Raja Juli Antoni untuk memahami tugas fungsi pokok Kemenhut untuk menjaga dan melestarikan hutan. Alih-alih mengatakan akan mengalihkan luas lahan hutan guna menunjang swasembada pangan dan energi, saran Firman, kemenhut seharusnya jadi garda terdepan dalam melindungi hutan.

“Menteri harus baca baik-baik UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Kementerian Kehutanan tupoksinya bukan memproduksi pangan tetapi menjaga dan melestarikan hutan,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Berita terkait

Kebijakan 20,6 Juta Hektare untuk Pangan dan Energi Dianggap Miskonsepsi Fungsi Hutan
Populer
Kebijakan 20,6 Juta Hektare untuk Pangan dan Energi Dianggap Miskonsepsi Fungsi Hutan
Kebijakan Pembukaan 20 Juta Hektar Hutan untuk Pangan dan Energi Perlu Evaluasi Komprehensif
Populer
Kebijakan Pembukaan 20 Juta Hektar Hutan untuk Pangan dan Energi Perlu Evaluasi Komprehensif
Sulaeman L. Hamzah Ajak Masyarakat Papua Selatan Dukung Optimalisasi Lahan untuk Swasembada Pangan
Industri dan Pembangunan
Sulaeman L. Hamzah Ajak Masyarakat Papua Selatan Dukung Optimalisasi Lahan untuk Swasembada Pangan
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Komisi IV: Harusnya Menhut Bersikap Tegas Kawasan Hutan Lindung Jadi PSN di PIK 2

Selanjutnya

KPK Perlu Lebih Kuat dan MA Serius Bersihkan Institusi Peradilan di 2025

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
27°C
Terasa: 33°C
Lembab: 81%
Angin: 6 km/h