E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Hadirkan Pemerataan Pendidikan, Anita Jacoba: Saya Tidak Mau Ada Anak NTT yang Tidak Sekolah

Diterbitkan
Senin, 9 Des 2024 14.12 WIB
Bagikan:
Hadirkan Pemerataan Pendidikan, Anita Jacoba: Saya Tidak Mau Ada Anak NTT yang Tidak Sekolah

Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, saat mengikuti pertemuan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Saum/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah menekankan pentingnya keadilan dalam alokasi bantuan pendidikan, antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Pernyataan tersebut berkaitan dengan isu mendasar yang telah lama menjadi sorotan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses pendidikan seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dirinya menilai alokasi bantuan pendidikan lebih berpihak kepada PTN melalui adanya Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), sedangkan PTS kerap terabaikan. Padahal, menurutnya, PTS memiliki peran yang tak kalah penting dalam mendidik anak bangsa.

“Apakah perguruan tinggi swasta bukan mendidik anak bangsa? Kalau PTN mendapatkan bantuan besar, mengapa PTS tidak? Ini harus jadi perhatian kita semua agar keadilan tercapai,” ujar Anita usai memimpin pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan sektor pendidikan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (6/12/2024).

Berdasarkan laporan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan bahwa anggaran untuk BOPTN tahun 2023 mencapai Rp7,9 triliun. Sedangkan, PTS hanya mengandalkan bantuan terbatas melalui program hibah dan tidak memiliki skema pendanaan khusus yang terintegrasi. Hal ini, sebutnya, berdampak pada rendahnya daya saing PTS dalam menyediakan fasilitas dan mendukung kegiatan akademik.

Politisi Fraksi Partai Demokrat itu juga menyoroti keluhan mahasiswa terkait pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah oleh beberapa kampus. Berdasarkan hasil peninjauannya, mahasiswa sering kali diminta membayar terlebih dahulu biaya registrasi, dengan janji pengembalian setelah dana KIP cair, namun realisasinya kerap bermasalah.

“Mahasiswa sudah cukup terbebani. Kalau ada dana KIP, seharusnya pengelolaan oleh kampus transparan. Jangan sampai ada potongan yang tidak jelas. Ini akan saya kawal langsung,” tegasnya.

Diketahui, KIP Kuliah merupakan kebijakan andalan pemerintah untuk membantu mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Pada tahun 2023, program ini menyasar 1 juta penerima dengan alokasi anggaran Rp9,6 triliun. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di daerah yang jauh dari pengawasan pusat.

Sebagai wakil rakyat dari NTT, Anita akan melakukan tindakan nyata untuk mengatasi tingginya angka putus sekolah di wilayah tersebut. Hal ini dipertegas dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, angka putus sekolah untuk jenjang pendidikan dasar di NTT mencapai 5,7 persen jauh di atas rata-rata nasional sebesar 1,8 persen.

“Saya tidak mau lagi ada anak-anak NTT yang tidak sekolah. Pemerintah daerah harus punya data lengkap untuk menarik mereka kembali ke bangku pendidikan. Ini tugas kita semua,” imbuhnya.

Ia juga mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah terpencil. Ia menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan anggaran yang lebih besar bagi NTT.

Menutup pernyataannya, Anita menegaskan upaya pemerataan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, akan tetapi juga pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Ia berharap kolaborasi ini dapat mewujudkan pendidikan yang adil sesuai amanat Pasal 31 UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila.

“Keadilan itu tidak mudah dicapai, tetapi jika kita tidak memulainya sekarang, kapan lagi? Ini bukan hanya soal angka, tapi masa depan generasi kita,” pungkasnya. •ums/rdn

Berita terkait

Momen HAN 2026: Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting, Punya Kesempatan Sekolah yang Baik
Kesejahteraan Rakyat
Momen HAN 2026: Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting, Punya Kesempatan Sekolah yang Baik
MY Esti: Haram Hukumnya Anak Indonesia Tidak Sekolah!
Kesejahteraan Rakyat
MY Esti: Haram Hukumnya Anak Indonesia Tidak Sekolah!
Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT
Kesejahteraan Rakyat
Anita Jacoba Sesalkan Tidak Terserapnya Dana Program PIP di NTT
Tags:#Berita Utama#Komisi X
Sebelumnya

Kerja Sama Kemenpar, Novita Hardimi Usulkan Pembangunan Politeknik Pariwisata di Dapil Jatim VII

Selanjutnya

Anita Jacoba: Revitalisasi Museum di NTT Bisa Melalui Skema Anggaran Bertahap di APBN-P 2025

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1056)
  • Industri dan Pembangunan(3703)
  • Isu Lainnya(1053)
  • Kesejahteraan Rakyat(3704)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4586)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
miras|Newport|Promosi Miras|hakim agung|hakim adhoc|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|Marwah Lembaga|energi|WNI|petani|impor|RUU Ketenagakerjaan
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 73%
Angin: 9 km/h