E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Riyono: Program Cetak Lahan Baru Harus Cermat, Jangan Sampai Rugi Triliunan

Diterbitkan
Rabu, 6 Nov 2024 10.21 WIB
Bagikan:
Riyono: Program Cetak Lahan Baru Harus Cermat, Jangan Sampai Rugi Triliunan

Anggota Komisi IV DPR Ri Riyono. Foto: Arief/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR Ri Riyono menilai rencana program cetak sawah/lahan baru seluas 3 juta hektar oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementan harus dilakukan dengan cermat. Sebab, menurutnya, upaya itu berpotensi menghasilkan jutaan ton beras jika berhasil, sehingga bisa membantu mengurangi alokasi impor Indonesia.

“Cetak sawah baru 3 juta Ha lahan di Indonesia timur memang menjanjikan untuk bisa menghasilkan jutaan ton beras, namun jika gagal akan kehilangan puluhan bahkan ratusan triliun,” ujar Riyono dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Ia mengungkapkan bahwa pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), pemerintah merencanakan cetak sawah/lahan 1 juta hektar di wilayah Timur Indonesia. Namun, hanya terealisasi 500 ribu hektar. Itu pun menghabiskan biaya triliunan rupiah.

“Cetak sawah baru 3 juta Ha lahan di Indonesia timur memang menjanjikan untuk bisa menghasilkan jutaan ton beras, namun jika gagal akan kehilangan puluhan bahkan ratusan triliun”

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagai pertimbangan, rencana anggaran biaya (RAB) konstruksi cetak sawah pada tahun 2016 bagi 138 kabupaten sebesar Rp16 juta per hektare, serta khusus untuk daerah Maluku dan Papua sebesar Rp19 juta per hektare.

Adapun untuk cetak 600.000 hektar sawah baru membutuhkan biaya rata-rata di luar Jawa Rp17 Juta per Ha sehingga minimal butuh Rp10 triliun lebih. Asumsinya, kata Riyono, jika 3 juta hektar tentu membutuhkan triliunan yang harus disiapkan.

“Membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk cetak sawah baru, Kementan harus bisa menyiasati anggaranya yang ada. Jangan sampai mengulang kegagalan yang pernah terjadi,” ujar Politisi Fraksi PKS ini.

Maka dari itu, Riyono menilai bahwa keberhasilan cetak sawah baru ada di pengelolanya. Menurutnya, petani muda adalah solusinya. Maka dari itu, pemerintah perlu melibatkan para sarjana pertanian untuk menjadi petani sukses dan bersama cetak sawah baru.

Riyono menyebut, berdasarkan data Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) 2020 Kementerian Pertanian, jumlah petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang. Jumlah itu hanya sekitar 8 persen dari total petani kita 33,4 juta orang. Sisanya lebih dari 90 persen masuk petani kolonial, atau petani yang sudah tua.

“Kalau mau maju pertanian kita, PKS usulkan gaji petani muda kita, jadikan profesi petani menjanjikan. Lulusan pertanian jadikan petani sukses. Kita hitung saja, 2.7 juta petani muda yang siap berkorban katakan 1 juta x 5 juta x 12 bulan = 60 Triliun. Angka yang kecil bagi cita – cita mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan Nasional,” tutup Riyono. •hal/rdn

Berita terkait

Jangan Sampai Ada Oknum Patok Tanah Terlantar dalam Program Cetak Sawah di Sumsel
Politik dan Keamanan
Jangan Sampai Ada Oknum Patok Tanah Terlantar dalam Program Cetak Sawah di Sumsel
Rencana Cetak Lahan Baru 3 Juta Hektare Harus Diimbangi dengan Insentif Lahirnya Petani Muda
Ekonomi dan Keuangan
Rencana Cetak Lahan Baru 3 Juta Hektare Harus Diimbangi dengan Insentif Lahirnya Petani Muda
Aturan Tim Ahli Cagar Budaya Harus Fleksibel, Jangan Sampai Daerah Kesulitan Lestarikan Warisan Bangsa
Kesejahteraan Rakyat
Aturan Tim Ahli Cagar Budaya Harus Fleksibel, Jangan Sampai Daerah Kesulitan Lestarikan Warisan Bangsa
Tags:#Komisi IV
Sebelumnya

Hadirkan Pemerintah dan Buruh, Sufmi Dasco Pimpin Pertemuan Bahas Upah Pasca-Putusan MK

Selanjutnya

Fenomena Gunawan ‘Sadbor’ Bukti Kepolosan Masyarakat tentang Judol

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h