
Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam kegiatan kepemudaan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.|Foto: Ist/Karisma
PARLEMENTARIA, Grobogan — Generasi muda perlu memperkuat karakter, meningkatkan keterampilan, dan berani mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, mengajak pemuda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk mengembangkan potensi diri dan mewujudkan cita-cita melalui kerja nyata.
Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam kegiatan kepemudaan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Rabu (28/10), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Ia menegaskan bahwa masa depan dapat dibangun melalui pendidikan, kedisiplinan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
“Tidak ada yang instan dalam hidup ini. Semuanya membutuhkan disiplin, baik dalam belajar, meraih ilmu dan wawasan, maupun dalam berperilaku. Anak-anak muda harus punya semangat, energi, dan keberanian untuk terus maju,” ujar politisi yang akrab disapa Ibas, dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria pada Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka kesempatan yang lebih luas. Namun, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga kemampuan menerapkan ilmu, membangun karakter, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Ibas mengingatkan pemuda agar terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan kemampuan digital, dan memperkuat daya saing. Keterhubungan antara pendidikan, pelatihan vokasi, perguruan tinggi, dan dunia industri juga penting agar keterampilan lulusan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Politisi Fraksi Partai Demokrat ini mendorong generasi muda mengenali minat dan potensi masing-masing sejak dini. Pemuda yang ingin bekerja di sektor industri dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan yang relevan. Sementara itu, mereka yang ingin berwirausaha perlu mempelajari pengelolaan usaha, keuangan, investasi, dan pemasaran.
Selain pendidikan formal, Ibas mengajak pemuda Grobogan mengembangkan peluang ekonomi melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, pertanian, perkebunan, perikanan, serta pariwisata. Potensi daerah, termasuk kuliner dan budaya lokal, dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan kegiatan ekonomi produktif.
“Jangan takut untuk memulai. Mulailah dari kecil dan lakukan secara berkelanjutan. Yang terpenting adalah terus belajar, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan mengembangkan apa yang sudah kita mulai,” ungkap Ibas yang bertugas di Komisi XII DPR RI
Ibas juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia industri, dan masyarakat untuk memperluas kesempatan kerja serta menyediakan pelatihan bagi generasi muda. Keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan perlu diimbangi pengalaman agar pemuda lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja.
Dalam dialog bersama pelajar dan perwakilan pemuda Grobogan, turut mengemuka persoalan tantangan karya kreatif di tengah perkembangan AI, kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan kerja, serta pengembangan potensi wisata daerah. Menanggapi hal tersebut, Ibas mendorong pemuda terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produk serta kekayaan lokal kepada masyarakat luas.
Ia turut mengajak generasi muda aktif dalam organisasi kepemudaan, Karang Taruna, komunitas olahraga, serta kegiatan sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, pemuda dapat belajar kepemimpinan, membangun kerja sama, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat.
Di sisi lain, Ibas mengingatkan generasi muda untuk menjauhi narkoba, perjudian, perkelahian, dan perilaku lain yang dapat merusak masa depan. Menurutnya, pemuda perlu menjaga persatuan, menghormati sesama, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Ibas menegaskan bahwa kontribusi bagi bangsa tidak harus menunggu seseorang dewasa atau menduduki jabatan tertentu. Kesungguhan dalam belajar, mengembangkan keterampilan, berorganisasi, menjaga lingkungan, dan membantu masyarakat merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan sejak dini.
“Pemuda bersatu, bergerak, dan berdampak untuk Indonesia yang sama-sama kita cintai. Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, berani memulai, dan jadilah generasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tutupnya. (uc/aha)