
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh saat memimpin rangkaian kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI, termasuk meninjau langsung RSUD Bahteramas di Kendari.|Foto: Puntho/mrs
PARLEMENTARIA, Kendari — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menyoroti perlunya peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Bahteramas, Kendari, Sulawesi Tenggara, terutama dalam pemenuhan dokter spesialis, optimalisasi ruang perawatan, serta kelengkapan fasilitas penunjang bagi pasien. Ia menegaskan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan medis harus berjalan beriringan agar fasilitas rumah sakit dapat beroperasi secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Nihayatul usai memimpin rangkaian kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI, termasuk meninjau langsung RSUD Bahteramas di Kendari, Sabtu (10/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Nihayatul mengidentifikasi kebutuhan dokter spesialis, khususnya urologi dan anak. Menurutnya, pemenuhan tenaga medis spesialis perlu segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.
“Ada kebutuhan dokter spesialis urologi, dokter spesialis anak. Saya pikir itu bisa segera diatasi dan memang untuk kenaikan industri kita cek untuk dokter spesialis karena memang ini yang sudah kita gerakkan dan juga dari Kementerian Kesehatan,” ujar Nihayatul.
Selain pemenuhan tenaga medis, legislator Fraksi PKB itu menilai pemanfaatan sejumlah ruangan di RSUD Bahteramas masih dapat dioptimalkan untuk mendukung pelayanan dan menampung pasien secara lebih baik. Evaluasi tersebut penting agar kapasitas fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan pelayanan.
Di sisi lain, Nihayatul mengapresiasi cakupan pemanfaatan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD Bahteramas. Ia menyebut hampir 90 persen pasien rumah sakit tersebut telah menggunakan layanan BPJS Kesehatan, dengan kualitas pelayanan yang dinilainya sudah cukup baik.
Meski demikian, ia memberikan perhatian terhadap kelengkapan fasilitas dasar di Instalasi Gawat Darurat (IGD), khususnya penyediaan selimut dan seprai bagi pasien. Menurutnya, aspek kenyamanan pasien juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam pelayanan kesehatan.
“Kita tadi melihat di ruangan IGD catatan kami harus diperbaiki untuk fasilitasnya, terutama untuk dikasih selimut untuk pasien karena biasanya itu satu kesatuan ya selimut dan sepreinya karena ini baru pertama kalinya saya menemukan rumah sakit tidak ada selimutnya,” tegas Nihayatul.
Terkait pengembangan fasilitas rumah sakit, Nihayatul menyatakan Komisi IX DPR RI siap mendukung pemenuhan kebutuhan alat kesehatan modern seiring dengan rampungnya pembangunan gedung baru. Namun, dukungan tersebut perlu disertai kesiapan tenaga medis dan tenaga pendukung agar fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita akan support untuk SDM-nya dan alat kesehatannya, karena pembangunannya sudah akan siap. Selanjutnya kita akan kita akan support untuk peralatan-peralatan yang karena kalau peralatan tersebut ini tidak akan mungkin bisa beroperasi kalau tidak ada SDM-nya, jadi harus sejalan,” pungkas Nihayatul. (pun/ssb)