
Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Lampung, Jumat (9/10/2026). |Foto: Whafir/jk
PARLEMENTARIA, Lampung — Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna meminta perluasan layanan tidak hanya berorientasi pada capaian rasio elektrifikasi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses energi yang memadai. Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Lampung, Jumat (9/10/2026), ia mempertanyakan akurasi data elektrifikasi yang disampaikan dalam sesi pendalaman bersama mitra kerja.
Data tersebut perlu dipastikan agar wilayah yang belum teraliri listrik dapat teridentifikasi dan menjadi prioritas perluasan layanan.
“Kalau Lampung saja masih di bawah rata-rata, bagaimana Sumatera yang lainnya? Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, bagaimana meningkatkan elektrifikasi,” ujar Ateng.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT PLN menjelaskan bahwa rasio elektrifikasi Lampung mencapai 99,79 persen hingga Juni 2026. Sementara itu, rasio desa berlistrik mencapai 99,85 persen, dengan delapan desa masih perlu dituntaskan elektrifikasinya.
PLN juga menghadapi tantangan geografis dalam memperluas jaringan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan berada di kawasan hutan. Selain pemerataan akses, Ateng menyoroti keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik.
Ia meminta PLN memastikan keandalan pasokan dan efektivitas penanganan gangguan agar kualitas layanan kelistrikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ateng juga mendorong pemanfaatan listrik untuk mendukung produktivitas sektor pertanian, khususnya dalam pengoperasian pompa air untuk kebutuhan pengairan.
Ketersediaan listrik diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan irigasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.
“Saya berharap PLN bisa membantu para petani menyediakan listrik untuk pompa air untuk pengairan,” kata Ateng. (whp/um)