
Anggota Komisi XII DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono dalam kegiatan Temu Massa Penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.|Foto:dok.pri/jk
PARLEMENTARIA, Jakarta — Pemerataan akses listrik bagi masyarakat menjadi salah satu perhatian Anggota Komisi XII DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. Ia menegaskan pentingnya pengawalan program pemerintah agar masyarakat yang belum menikmati akses listrik memadai dapat memperoleh penerangan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup melalui bantuan rumah layak huni.
Komitmen tersebut disampaikan politisi yang akrab disapa Ibas dalam kegiatan Temu Massa Penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Tegal Arum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (29/10). Dalam kegiatan itu, Ibas hadir bersama anggota DPRD Kabupaten Magetan serta jajaran pemerintah daerah setempat.
Sebagai Legislator Dapil Jawa Timur VII, Ibas menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan pemerintah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, berbagai program pemerintah harus dikawal agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Sebagai wakil rakyat, kami terus berupaya mengawal pemerintah agar pemimpin kita senantiasa mengabdi kepada rakyat, memikirkan yang terbaik untuk kemajuan, kesejahteraan, persatuan, dan kesatuan. Setiap aspirasi masyarakat akan terus kami perjuangkan,” ujar Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria pada Minggu (1/11/2026).
Salah satu program yang menjadi perhatian Ibas adalah pemerataan akses listrik melalui BPBL. Ia mengapresiasi dukungan PLN UP3 Madiun dalam membantu pemasangan sambungan listrik baru bagi masyarakat Magetan yang belum memiliki akses listrik memadai.
Bantuan tersebut mencakup pemasangan instalasi dan tiga titik lampu di setiap rumah penerima manfaat. Ibas turut menyalakan sakelar lampu di rumah penerima bantuan sebagai simbol harapan agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati penerangan yang layak.
“Indonesia harus terang. Jangan sampai negara terus membangun jalan, jembatan, bandara, bendungan, dan berbagai infrastruktur besar, tetapi masih ada rumah masyarakat yang belum menikmati penerangan listrik. Kita harus memastikan seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati listrik,” tegasnya.
Menurut Ibas, akses listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga mendukung pendidikan anak, produktivitas keluarga, dan kegiatan ekonomi masyarakat. Ia berharap pemerataan listrik terus diperjuangkan, terutama bagi keluarga yang masih menghadapi keterbatasan.
Selain itu politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga menyoroti program BSPS atau program bedah rumah. Ia meminta masyarakat, kepala desa, dan camat menyampaikan informasi apabila masih terdapat keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Dengan demikian, kebutuhan tersebut dapat diperjuangkan agar mendapat perhatian pemerintah sesuai kriteria penerima bantuan.
Perhatian di sektor pendidikan, pelayanan kesehatan hingga pertanian tak luput dari radarnya. Menutup kegiatan, Ibas mengajak masyarakat terus menyampaikan aspirasi dan mengingatkan para wakil rakyat agar senantiasa memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan, sinergi seluruh pihak diperlukan agar program pemerintah semakin tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
“Terus ingatkan kami. Ingatkan Mas Ibas, Pak Soim, dan Pak Pangayoman untuk senantiasa mengawal kemaslahatan rakyat. Kami ingin selalu dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasinya, dan memperjuangkan agar kehidupan masyarakat semakin baik, semakin sejahtera, dan semakin bahagia,” pungkasnya menutup pernyataan resminya. (uc/aha)