
Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI Rahmat Budiaji saat mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 sekaligus Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR/DPR/DPD RI.|Foto: Karisma/sai
PARLEMENTARIA, Jakarta — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI untuk memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengamalan nilai-nilai Pancasila tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI Rahmat Budiaji usai mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 sekaligus Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR/DPR/DPD RI, Kamis (1/10/2026).
Rahmat mengatakan, perjalanan kenegaraan Indonesia menunjukkan adanya berbagai upaya untuk mengubah maupun mengganti dasar dan bentuk negara. Menurutnya, momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan Pancasila dan NKRI sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Tentu kita sebagai ASN dan juga warga negara bisa mengambil hikmah dalam perjalanan kenegaraan kita, betapa banyak unsur-unsur dalam negeri yang ingin mengubah, yang ingin mengganti dasar negara kita, bentuk negara kita. Maka hari ini kita meyakini, meneguhkan kembali, berikrar bahwa Pancasila, bentuk Negara Kesatuan adalah yang paling ideal dan yang paling tepat buat kita berbangsa dan bernegara,” ujar Rahmat.
Ia menegaskan, ASN memiliki komitmen untuk mendukung Pancasila dan NKRI. Komitmen tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan dalam pelaksanaan tugas melalui pengamalan nilai-nilai BerAKHLAK. “Komitmen ASN tidak ada lain, tidak ada pilihan mendukung Pancasila dan Negara Kesatuan. Tentu kita harus membuat konteks pengamalan Pancasila dalam ASN tidak lain adalah mengamalkan value BerAKHLAK,” katanya.
Rahmat menjelaskan, penerapan nilai BerAKHLAK dapat tercermin melalui pelaksanaan pekerjaan yang berorientasi pada hasil, membangun hubungan yang harmonis, mengedepankan kolaborasi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Bagaimana kita dalam bekerja itu berorientasi pada hasil, harmonis, kolaboratif, adaptif. Itulah wujud dari kita memberikan penghayatan dan pengamalan kepada Pancasila,” tutur Rahmat.
Pada kesempatan yang sama, Rahmat turut menyampaikan pesan kepada para penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya atas masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Ia mengatakan, penghargaan yang diberikan pemerintah atas nama Presiden tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap pengabdian dan profesionalitas pegawai.
“Penghargaan oleh pemerintah yang diberikan oleh Presiden kepada pegawai, baik itu Satyalancana 10, 20, maupun 30 tahun adalah bentuk pengakuan bagaimana kita secara profesional, disiplin, integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” ungkapnya.
Menurut Rahmat, penghargaan tersebut bukan merupakan tujuan akhir dari pengabdian ASN. Sebaliknya, Satyalancana Karya Satya menjadi penanda sekaligus pengingat bagi pegawai untuk terus menjalankan tugas dengan profesional, disiplin, dan berintegritas.
“Ini bukan akhir dan itu bukan tujuan, tapi alat, satu penanda buat pegawai, buat ASN dalam melaksanakan tugas, negaralah yang paling utama,” pungkas Rahmat. (bit/aha)