
Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar menyampaikan pandangannya saat Kunspek Komisi XII di Balikpapan.| Foto: Fadli/Karisma
PARLEMENTARIA, Balikpapan — Komisi XII DPR RI menyoroti informasi masih terjadinya pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar meminta PT PLN (Persero) memberikan penjelasan menyeluruh terkait kondisi tersebut sekaligus memastikan keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
“Saat ini, kami mendapatkan informasi bahwa di Kalimantan Tengah khususnya Palangka Raya masih sering terjadi pemadaman bergilir atau menyala bergilir,” kata Yulian saat memimpin pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (17/9/2026).
Menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu, kondisi kelistrikan di Palangka Raya perlu mendapat perhatian karena keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan masyarakat dan kegiatan ekonomi. Karena itu, Komisi XII ingin memperoleh penjelasan mengenai kondisi sistem kelistrikan secara keseluruhan, termasuk kapasitas pembangkit dan kesiapan jaringan.
Komisi XII juga ingin mengetahui faktor yang memengaruhi keandalan pasokan listrik, mulai dari kesiapan pembangkit, ketersediaan energi primer, hingga keandalan jaringan transmisi dan distribusi. Penjelasan mengenai langkah penanganan terhadap pemadaman bergilir juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Yulian mengatakan Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis dalam pengembangan sistem kelistrikan di Kalimantan. Wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan interkoneksi antarsistem kelistrikan, termasuk antara Sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat dan Sistem Barito.
“Keandalan sistem kelistrikan sangat bergantung pada kapasitas dan kesiapan pembangkit, ketersediaan energi primer, keandalan transmisi dan distribusi, serta kesiapan menghadapi kondisi kontingensi,” ujarnya.
Selain persoalan keandalan listrik, Komisi XII turut meminta penjelasan mengenai kondisi dan pemanfaatan pembangkit dalam sistem Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng). Hal ini termasuk tingkat keandalan pembangkit dan optimalisasi kapasitas yang tersedia.
Komisi XII juga menggali bauran energi serta rencana pengembangan energi baru dan energi terbarukan (EBET) di Kalimantan Tengah. Pembahasan mencakup upaya meningkatkan efisiensi pembangkit, penerapan co-firing, serta pengelolaan lingkungan, termasuk fly ash and bottom ash (FABA).
Lebih lanjut, Yulian menyampaikan Komisi XII ingin mendapatkan informasi mengenai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Tengah, termasuk berbagai kendala operasional serta dukungan kebijakan yang dibutuhkan.
Berbagai informasi yang diperoleh dalam kunjungan tersebut, lanjut Yulian, akan menjadi bahan bagi Komisi XII DPR RI dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. (fa/aha)