
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Komisi VII DPR RI tentang Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.|Foto: Munchen/Septamares
PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menyambut baik langkah pemerintah mendorong pengembangan mobil nasional (Mobnas) dan mobil listrik nasional (Molinas) sebagai bagian dari penguatan industri kendaraan dalam negeri. Namun, ia mengingatkan agar momentum tersebut tidak kembali berakhir seperti program mobil nasional sebelumnya yang berhenti di tengah jalan.
Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu menilai pengembangan Mobnas dan Molinas kembali membuka harapan bagi masyarakat setelah Indonesia sebelumnya pernah memiliki gagasan mobil nasional yang pada akhirnya tidak berlanjut. Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan program yang kini didorong tersebut memiliki kesinambungan dan benar-benar mampu menjadi jawaban bagi penguatan industri kendaraan nasional.
“Kita seluruh bangsa ini menyambut baik. Karena ini kayak oase di tengah padang pasir. Kita sih memang produksi kita tinggi dalam negeri, tapi kan punya orang semua kalau mau jujur,” ujar Chusnunia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Komisi VII DPR RI tentang Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kehadiran kembali gagasan kendaraan nasional membuat masyarakat berani memiliki harapan terhadap lahirnya industri otomotif nasional. Namun, harapan tersebut harus dijaga melalui kebijakan yang konsisten dan pengawalan pemerintah dalam jangka panjang.
“Kalau dulu, dulu sempat kan ada mobil nasional, tapi terus game over. Terus sekarang ini kan menjadi berani bermimpi lagi. Cuma pertanyaannya jangan sampai kita patah hati lagi. Itu sih, ini yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Chusnunia meminta pemerintah tidak hanya mengejar keberhasilan produksi kendaraan listrik, tetapi juga memastikan keberlanjutan industri hingga mampu mengamankan pasar dalam negeri dan menembus pasar ekspor.
Ia mempertanyakan indikator keberhasilan Molinas dan mobil nasional untuk lima hingga 10 tahun ke depan. Menurutnya, ukuran keberhasilan tersebut penting agar pemerintah memiliki target yang jelas sekaligus dapat memastikan program tidak berhenti setelah mencapai tahap awal produksi.
“Untuk Molinas dan mobil nasional, indikator keberhasilannya untuk 5-10 tahun ke depan itu seberapa? Jadi kita berharap pemerintah dalam hal ini bisa betul-betul kawal sampai produksi kendaraan itu berbentuk,” katanya.
Lebih lanjut, Chusnunia menekankan pentingnya kemampuan industri nasional menguasai pasar domestik sekaligus meningkatkan orientasi ekspor. Dengan pasar Indonesia yang besar, ia berharap masyarakat tidak selamanya hanya menjadi pengguna kendaraan yang diproduksi negara lain.
Ia berharap Panja Komisi VII DPR RI bersama pemerintah dapat memastikan pengembangan ekosistem kendaraan listrik berjalan berkelanjutan sehingga momentum kebangkitan Mobnas dan Molinas tidak kembali berakhir tanpa hasil.
“Bagaimana sustainability daripada pembangunan ekosistem ini berjalan, sehingga memang proyek strategis nasional pemerintah ini untuk kendaraan listrik ini bisa tercapai,” pungkasnya. (fa/we)