
Tim Komisi VIII DPR RI bersama jajaran dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya, Wonogiri.|Foto: Balggys/Mahendra
PARLEMENTARIA, Wonogiri — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mendorong penguatan praktik moderasi beragama dan kehidupan multigama di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya, Wonogiri. Menurutnya, kehidupan multigama yang terbangun di lingkungan kampus tersebut perlu terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama.
Hal tersebut disampaikan Abdul Wachid saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke STABN Raden Wijaya, Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).
Ia mengapresiasi kehidupan multigama yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut. Menurutnya, perbedaan agama tidak seharusnya menjadi penghalang dalam membangun persatuan dan kehidupan berbangsa.
“Ini termasuk yang sangat kami dukung, yaitu moderasi beragama dan kehidupan multigama di sini. Ini harus dibangun dengan baik,” ujar Abdul Wachid.
Ia menilai praktik tersebut sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, nilai-nilai moderasi beragama perlu terus dipelihara seiring dengan pengembangan STABN Raden Wijaya.
“Tidak membedakan antara agama yang satu dengan yang lain. Inilah yang menjadikan negara kita sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika, bisa bersatu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua STABN Raden Wijaya Sulaiman menyambut positif perhatian Komisi VIII DPR RI terhadap kehidupan multigama di lingkungan kampus. Menurutnya, keberagaman menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis sekaligus menanamkan nilai toleransi kepada mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan perhatian Komisi VIII DPR RI terhadap kehidupan multigama di STABN Raden Wijaya. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan kampus,” tandas Sulaiman. (Gys/um)