
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi IV ke Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur, Lampung.|Foto: Astri/Mahendra
PARLEMENTARIA, Lampung — Komisi IV DPR RI mendorong penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, menyusul kebakaran yang terjadi beberapa minggu sebelumnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran berulang yang dapat mengancam kawasan konservasi dan habitat satwa.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke TNWK di Lampung Timur, Lampung, Kamis (3/9/2026), untuk melihat langsung penanganan kebakaran yang terjadi beberapa minggu sebelumnya.
Ia mengapresiasi respons terhadap kebakaran yang dapat dikendalikan dalam waktu relatif cepat. Namun, menurutnya, aspek pencegahan tetap harus menjadi perhatian utama.
“Yang lebih penting adalah bagaimana mengantisipasi jangan sampai terjadi kebakaran. Daripada kalau sudah kebakaran pasti akan muncul kerugian, korban lahan, korban hutan, dan lain sebagainya,” ujar Abdul Kharis.
Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan dengan mengetahui penyebab kebakaran sekaligus memperkuat kesiapsiagaan di kawasan. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sekitar melalui sosialisasi dan edukasi untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Penyebabnya ini yang harus kita cari, harus kita eliminir. Oleh karenanya, sosialisasi ke masyarakat, edukasi ke masyarakat, literasi kepada masyarakat ini menjadi sangat penting,” katanya.
Abdul Kharis menilai langkah pencegahan perlu berjalan beriringan dengan penguatan pengelolaan kawasan konservasi. Baginya, perlindungan kawasan juga membutuhkan dukungan masyarakat agar kelestarian habitat dan keberadaan satwa di TNWK dapat terus terjaga.
“Yang kita harapkan tentu masyarakat juga ikut mendukung bagaimana konservasi ini bisa berjalan, karena di sini ada gajah sumatra, harimau, badak, dan satwa-satwa lainnya yang harus kita lindungi,” pungkasnya. (als/um)