
Anggota Komisi XII DPR RI Moreno Soeprapto saat mengikuti Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.|Foto : Yohan/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Moreno Soeprapto mendorong Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memanfaatkan perubahan rantai pasok industri otomotif global untuk menarik investasi manufaktur ke Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral dan pasar yang dapat menjadi modal untuk membangun ekosistem industri otomotif, khususnya kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan hybrid.
Hal tersebut disampaikan Moreno saat mengikuti Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Berdasarkan pengamatannya, dinamika geopolitik dan perubahan rantai pasok global membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai salah satu basis produksi otomotif di kawasan.
Apalagi, jelas Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut, peluang investasi itu harus diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Ia mendesak Indonesia jangan hanya mengandalkan pasar domestik sebagai daya tarik investasi, tetapi juga harus mampu mendorong investor membangun fasilitas produksi dan ekosistem industri di dalam negeri.
“Kita tidak boleh sekadar jadi pasar penjualan, tapi harus mampu menarik mereka membangun pabrik dan ekosistem automotif berkelas dunia di sini, baik roda dua maupun roda empat,” tegas Moreno.
Untuk mendukung upaya tersebut, dirinya meminta pemerintah segera memastikan kesiapan kawasan industri, infrastruktur logistik, serta kepastian dan efisiensi regulasi. Sebagai contoh, ungkapnya, kawasan industri strategis seperti Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang perlu dipersiapkan untuk menampung ekspansi industri manufaktur, termasuk sektor otomotif.
Mengingat persaingan untuk memperoleh investasi global semakin ketat, maka Indonesia harus bergerak cepat. Karena itu, dukungan anggaran kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dinilai penting demi memperkuat koordinasi kebijakan investasi lintas kementerian serta memastikan kesiapan kawasan industri.
“Ayo! Ini momentum yang tepat sekali. Kita sangat mendukung penambahan anggaran Kementerian Investasi selama pengalokasiannya dipakai untuk integrasi kebijakan (policy) antarkementerian dan kesiapan kawasan industri. Jangan sampai kita kalah cepat dari negara tetangga yang terus memoles kebijakan mereka untuk menggaet investor,” tambah Legislator Dapil Jawa Timur V tersebut.
Menanggapi hal itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menegaskan pemerintah terus memperkuat iklim investasi dan kepastian hukum untuk menarik investasi global di tengah dinamika geopolitik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar peningkatan target investasi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
“Target investasi kita lima tahun ke depan dinaikkan signifikan menjadi Rp13.000 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen. Pemerintah terus menjaga iklim investasi dan kepastian hukum agar para investor global merasa nyaman dan aman berinvestasi di Indonesia di tengah gejolak geopolitik dunia,” jelas Rosan.
Dalam rapat tersebut, Komisi XII dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM membahas pagu anggaran Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp974,84 miliar. Komisi XII selanjutnya akan melakukan pendalaman bersama jajaran Eselon I kementerian untuk merumuskan usulan tambahan anggaran yang akan dibawa dalam pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. (Ndy/um)