E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|sekolah rakyat|RUU Air Minum dan Sanitasi|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|Konflik Agraria|SPAM|RUU Penyiaran|Krisis Air Bersih|Pati|Komisi VIII
Jakarta:
Gerimis
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 62%
Angin: 17 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|sekolah rakyat|RUU Air Minum dan Sanitasi|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|Konflik Agraria|SPAM|RUU Penyiaran|Krisis Air Bersih|Pati|Komisi VIII
Jakarta:
Gerimis
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 62%
Angin: 17 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|sekolah rakyat|RUU Air Minum dan Sanitasi|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|Konflik Agraria|SPAM|RUU Penyiaran|Krisis Air Bersih|Pati|Komisi VIII
Jakarta:
Gerimis
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 62%
Angin: 17 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Perlu Optimalisasi Sungai Kapuas dan PDAM Hadapi Tantangan Lahan Gambut di Kalbar

Diterbitkan
Rabu, 26 Agu 2026 16.30 WIB
Bagikan:
Perlu Optimalisasi Sungai Kapuas dan PDAM Hadapi Tantangan Lahan Gambut di Kalbar

Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi.|Foto: Vyrma/Karisma

PARLEMENTARIA, Kubu Raya — Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi menyoroti proyek peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Arang Limbung di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Menurutnya, salah satu krisis utama di provinsi tersebut adalah kelangkaan air bersih. 

 

Meskipun demikian, ia menekankan agar pembangunan tersebut jangan hanya mengenai target pembangunan semata, tetapi pada fase pasca-pembangunan dan manajemen risiko jangka panjang. Karena itu, ia mengingatkan bahwa keberhasilan dari proyek tersebut sangat bergantung pada operator di daerah.

Lihat Juga :

Mafirion Minta Konflik Lahan di Riau dan Kalbar Diusut Tuntas Lewat Tim Gabungan

Mafirion Minta Konflik Lahan di Riau dan Kalbar Diusut Tuntas Lewat Tim Gabungan

Petugas Imigrasi Kaltara Hadapi Tantangan Berat, Perlu Asuransi Perlindungan Jiwa

Petugas Imigrasi Kaltara Hadapi Tantangan Berat, Perlu Asuransi Perlindungan Jiwa

 

"Tentu kita berharap proyek ini selesai dalam waktu satu tahun (2027). Tetapi setelah jadi, pengelolaannya jangan sampai terkesan lepas begitu saja. Harus ada kerja sama yang kuat dengan PDAM. PDAM harus berperan maksimal menghadirkan air di tengah masyarakat dengan efisien dan tidak memberatkan (harga tarifnya)," tegas Legislator Fraksi PKS tersebut kepada Parlementaria saat mengikuti Kunjungan Kerja Komisi V di lokasi tersebut pada Senin (24/8/2026),

 

Ia memaklumi bahwa pengadaan air layak konsumsi di Kalbar jauh lebih kompleks dibandingkan di daerah pemilihannya. Ia mencontohkan di Dapilnya di NTB II bahwa air bisa ditampung melalui bendungan, tetapi kontur lahan gambut di Kalbar membuat pembangunan infrastruktur berbiaya sangat mahal karena membutuhkan teknologi khusus. 

 

Ia menjelaskan bahwa di NTB wilayah selatan memiliki kesulitan air. Tetapi, di wilayah tersebut, memiliki kelebihan dibandingkan yang ada di Kalbar, yaitu ada ketersediaan bendungan sebagai air baku yang kemudian dikelola Cipta Karya lewat pipanisasi. 

 

Di sisi lain, tambahnya, Kalimantan Barat memiliki wilayah gambut, sehingga pembangunan jadi sangat terbatas dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu, ia berharap dengan adanya Sungai Kapuas yang membentang dapat diproses menjadi air bersih untuk masyarakat. 

 

“Itulah yang memang harus diproses menjadi air bersih untuk masyarakat. Yang penting adalah airnya layak diminum dan kita menggunakan teknologi yang memadai untuk menghadirkan air tersebut bagi masyarakat. Sebab, bumi, air, dan kekayaan alam di dalamnya adalah tanggung jawab negara untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (hvt/rdn)

Berita terkait

Mafirion Minta Konflik Lahan di Riau dan Kalbar Diusut Tuntas Lewat Tim Gabungan
Politik dan Keamanan
Mafirion Minta Konflik Lahan di Riau dan Kalbar Diusut Tuntas Lewat Tim Gabungan
Petugas Imigrasi Kaltara Hadapi Tantangan Berat, Perlu Asuransi Perlindungan Jiwa
Politik dan Keamanan
Petugas Imigrasi Kaltara Hadapi Tantangan Berat, Perlu Asuransi Perlindungan Jiwa
Petugas Perbatasan dan Imigrasi di Kaltara Perlu Perlindungan, Sarana, dan Dukungan Negara
Politik dan Keamanan
Petugas Perbatasan dan Imigrasi di Kaltara Perlu Perlindungan, Sarana, dan Dukungan Negara
Tags:#SPAM#SPAM Arang Limbung
Sebelumnya

Esti Desak Perbaikan Data Desil untuk Lindungi Hak Pendidikan Masyarakat

Selanjutnya

Ateng Sutisna: Jangan Salahkan El Niño, tapi Tindak Tegas Korporasi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1103)
  • Industri dan Pembangunan(3801)
  • Isu Lainnya(1065)
  • Kesejahteraan Rakyat(3833)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4668)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
karhutla|Gempa|NTT|sekolah rakyat|RUU Air Minum dan Sanitasi|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|Konflik Agraria|SPAM|RUU Penyiaran|Krisis Air Bersih|Pati|Komisi VIII
Jakarta:
Gerimis
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 62%
Angin: 17 km/h