
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal (kiri) usai meninjau sekaligus mengawasi penanganan pascagempa bumi di NTT.|Foto: Ist/jk
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pimpinan dan tim pengawas bencana DPR RI telah berkoordinasi intensif dengan para anggota legislatif dari daerah pemilihan (dapil) NTT yang sudah lebih dulu bergerak di lapangan.
Hal ini dalam rangka meninjau sekaligus mengawasi penanganan pascagempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh proses tanggap darurat yang dilaksanakan pemerintah berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
"Terkait gempa di NTT, kami dari DPR RI hari ini akan berangkat ke lokasi. Kami dengan beberapa anggota DPR RI yang ada di dapil sana, kemudian tim pengawasan bencana, sudah berjalan komunikasinya," kata Cucun dalam keterangan yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Politisi Fraksi PKB ini menjelaskan, kehadiran DPR RI di lokasi bencana bertujuan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap instansi teknis yang berwenang. Pihaknya ingin memastikan percepatan pemulihan kondisi masyarakat berjalan tanpa hambatan. Berdasarkan pantauan DPR, seluruh kementerian dan lembaga terkait sebenarnya telah diterjunkan oleh pemerintah pusat untuk menangani masa tanggap darurat ini.
"Pemerintah juga sudah turun, kita akan mengawasi sejauh mana penanganan tanggap darurat yang dilakukan oleh pemerintah. Kita juga sudah lihat semua kementerian dan lembaga dikerahkan untuk menangani tanggap darurat bencana ini," tutur Pimpinan DPR RI Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) ini.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa seluruh bantuan sudah bergerak memantau kondisi di NTT. Kemungkinan setelah, perayaan HUT ke 81 Republik Indonesia, penanganan pasca gempa akan kebih optimal lagi. "Tim Pengawasan, sudah meluncur ke lokasi. Kita akan pastikam penanganan bencana di NTT berjalan dengan semestinya," ujar dia.
Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 53 korban jiwa akibat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Korban jiwa tersebar di sejumlah wilayah.
Berikut sebaran korban jiwa akibat gempa di NTT, yaitu sebanyak 25 orang meninggal di Kabupaten Manggarai; sebanyak 20 orang meninggal dunia di Kabupaten Manggarai Timur; lalu, sebanyak 4 orang meninggal dunia di Kabupaten Sikka.
Berikutnya, sebanyak dua orang meninggal dunia di Kabupaten Ende; sebanyak satu orang meninggal dunia di Kabupaten Manggarai Barat; sebanyak satu orang meninggal dunia di Kabupaten Nagekeo.
“Jumlah yang meninggal 53 orang. Ini berkembang terus,” ujar Kepala BNPB Letjen Suharyanto, dalam rapat koordinasi dengan DPR melalui virtual, di NTT, Minggu, 16 Agustus 2026. (rdn)