E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VIII|Komisi VII|MKD|BAKN|Singgih Januratmoko|Pura Luhur Poten|Imron Amin|Komisi III|Komisi VI|Komisi V|Ketua DPR|Pansus|Kemenhub
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 52%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VIII|Komisi VII|MKD|BAKN|Singgih Januratmoko|Pura Luhur Poten|Imron Amin|Komisi III|Komisi VI|Komisi V|Ketua DPR|Pansus|Kemenhub
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 52%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VIII|Komisi VII|MKD|BAKN|Singgih Januratmoko|Pura Luhur Poten|Imron Amin|Komisi III|Komisi VI|Komisi V|Ketua DPR|Pansus|Kemenhub
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 52%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Abduh Minta Hentikan Gimik yang Merendahkan SARA

Diterbitkan
Kamis, 13 Agu 2026 15.25 WIB
Bagikan:
Abduh Minta Hentikan Gimik yang Merendahkan SARA

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. |Foto: Alma/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah, meminta semua pihak menghentikan gimik untuk menarik perhatian yang merendahkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi mengganggu kerukunan dan stabilitas kehidupan bermasyarakat. 


Pernyataan itu disampaikan Abduh, sapaan akrab Abdullah, menyikapi peristiwa sayembara setoran Surah Ad-Duha dengan hadiah minuman keras bermerek Newport. "Hentikan semua gimik yang merendahkan SARA. Hal ini berbahaya bagi hubungan sosial antarmasyarakat," ujar Abduh melalui pernyataan tertulis, Selasa (11/8/2026).


Abduh menilai, gimik yang mengandung unsur penghinaan terhadap SARA beberapa kali muncul, baik di ruang publik maupun media sosial. Sebelum kasus terkait Newport, misalnya, sempat muncul lomba komentar bernuansa rasis dengan hadiah uang Rp100 ribu di media sosial.

Lihat Juga :

Hindari Polemik Sabotase, Gus Abduh Minta Kepolisian Usut Tuntas Kebakaran di Kementerian ATR

Hindari Polemik Sabotase, Gus Abduh Minta Kepolisian Usut Tuntas Kebakaran di Kementerian ATR

Legislator Minta Hentikan Kriminalisasi Terhadap Pendamping Korban TPKS

Legislator Minta Hentikan Kriminalisasi Terhadap Pendamping Korban TPKS


Menurut Legislator Dapil Jawa Tengah VI itu, tindakan semacam ini tidak dapat dianggap sekadar candaan atau strategi mencari perhatian. Konten yang merendahkan identitas kelompok tertentu dapat memicu ketersinggungan, kemarahan, hingga konflik sosial.


"Mereka yang merasa agama, keyakinan, kepercayaan, atau sukunya direndahkan tentu akan tersinggung. Ketersinggungan itu dapat memicu kemarahan dan pada akhirnya berdampak pada perpecahan yang merugikan kehidupan bermasyarakat, baik secara materiil maupun nonmateriil," tegasnya.


Untuk mencegah kejadian serupa, Abduh mendorong kepolisian menindak tegas dan mengusut tuntas pelaku gimik yang mengandung unsur penghinaan SARA. Ia menilai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dapat diterapkan sesuai unsur pelanggaran yang ditemukan.


"Harus ditindak tegas dengan memberikan sanksi yang berat. Tujuannya agar peristiwa serupa tidak terulang dan siapa pun yang ingin membuat gimik tidak melakukannya dengan merendahkan SARA," kata Politisi Fraksi PKB itu. 


Selain penegakan hukum, Abduh meminta Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta pemangku kepentingan terkait memperkuat edukasi mengenai etika, budaya, dan kehidupan bermasyarakat, termasuk di ruang digital.


Ia menilai maraknya gimik yang merendahkan SARA antara lain menunjukkan masih perlunya penguatan literasi mengenai etika, netiket, budaya, dan pluralisme. Karena itu, edukasi dinilai penting sebagai langkah pencegahan agar masyarakat memahami batas-batas dalam berkomunikasi dan membuat konten.


"Edukasi etika dan budaya merupakan bentuk pencegahan yang paling efektif. Negara harus bertanggung jawab dari hulu hingga hilir untuk menjaga kesatuan dan stabilitas kehidupan bermasyarakat dengan menyebarkan nilai-nilai yang menjunjung tinggi ketuhanan dan HAM," pungkasnya. (rr/aha)

Berita terkait

Hindari Polemik Sabotase, Gus Abduh Minta Kepolisian Usut Tuntas Kebakaran di Kementerian ATR
Politik dan Keamanan
Hindari Polemik Sabotase, Gus Abduh Minta Kepolisian Usut Tuntas Kebakaran di Kementerian ATR
Legislator Minta Hentikan Kriminalisasi Terhadap Pendamping Korban TPKS
Politik dan Keamanan
Legislator Minta Hentikan Kriminalisasi Terhadap Pendamping Korban TPKS
Puan Pimpin Pengesahan Jakarta Declaration, Hasil Sidang PUIC yang Minta Israel Diisolasi
Politik dan Keamanan
Puan Pimpin Pengesahan Jakarta Declaration, Hasil Sidang PUIC yang Minta Israel Diisolasi
Tags:#miras#Newport#Promosi Miras
Sebelumnya

Cerdas Ber-AKSI: Inovasi AI Pendukung Legislasi yang Aman dan Dalam Kendali Internal DPR

Selanjutnya

Impor Kedelai RI Capai 2,56 Juta Ton, Legislator Desak Pemerintah Lindungi Petani

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1154)
  • Industri dan Pembangunan(3933)
  • Isu Lainnya(1078)
  • Kesejahteraan Rakyat(3926)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4764)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#Komisi VIII#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi VIII|Komisi VII|MKD|BAKN|Singgih Januratmoko|Pura Luhur Poten|Imron Amin|Komisi III|Komisi VI|Komisi V|Ketua DPR|Pansus|Kemenhub
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 52%
Angin: 15 km/h