
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw saat mengikuti Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.|Foto: Balggys/Karisma
PARLEMENTARIA, Labuan Bajo – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw mendukung kebijakan pemerintah yang memprioritaskan renovasi venue olahraga eksisting dibandingkan pembangunan venue baru dalam persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan DKI Jakarta.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah tepat untuk memastikan pemanfaatan anggaran lebih efektif sekaligus menjamin keberlanjutan fungsi fasilitas olahraga pasca penyelenggaraan PON.
Pernyataan tersebut disampaikan Roberth saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Rabu (23/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI meninjau kesiapan infrastruktur pendukung pelaksanaan PON 2028 yang akan digelar di tiga provinsi tersebut.
Roberth mengungkapkan pengalaman penyelenggaraan PON di sejumlah daerah menunjukkan pembangunan venue baru kerap berujung pada terbengkalainya fasilitas karena tingginya biaya pemeliharaan setelah ajang olahraga selesai.
"Kalau kita bangun venue baru, pengalaman PON di daerah-daerah sebelumnya menunjukkan banyak yang akhirnya tidak sanggup dirawat. Setelah PON selesai, fasilitas itu terbengkalai. Karena itu, venue yang sudah ada lebih baik direnovasi agar memenuhi standar," ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan paparan yang diterima Komisi V DPR RI, pemerintah tidak merencanakan pembangunan venue baru di NTT. Sebaliknya, fasilitas olahraga yang telah tersedia akan ditingkatkan melalui renovasi, sedangkan cabang olahraga yang tidak dapat difasilitasi di NTT akan memanfaatkan venue yang tersedia di DKI Jakarta.
Legislator Dapil Papua Pegunungan itu menilai kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran negara sekaligus memastikan fasilitas olahraga tetap dapat dimanfaatkan masyarakat setelah PON berakhir.
Selain kesiapan venue, Roberth juga menilai penyelenggaraan PON 2028 akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran atlet, ofisial, dan masyarakat dari berbagai daerah diperkirakan mampu menggerakkan sektor pariwisata, perdagangan, transportasi, hingga usaha mikro di NTT.
"Dengan banyaknya masyarakat yang datang, tentu akan menggerakkan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha lokal. Karena itu, seluruh infrastruktur pendukung harus dipersiapkan dengan baik agar manfaat penyelenggaraan PON benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya. (gys/we)