
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari (kedua dari kanan) dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IX di Kantor Walikota Palangka Raya.|Foto: Hira/Karisma
PARLEMENTARIA, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari mendorong perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Kota Palangka Raya melalui program yang terintegrasi, berbasis data, terukur, dan berkelanjutan. Menurutnya, perlindungan jaminan sosial perlu menjangkau kelompok pekerja yang memiliki risiko kerja tinggi, termasuk aparatur RT/RW dan relawan pemadam kebakaran.
“Di bidang ketenagakerjaan, tadi kita apresiasi komitmen dari Pak Wali beserta seluruh jajaran untuk bisa memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan dan juga aparatur pemerintah,” ujar Putih Sari dalam sambitannya ketika kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya telah memasukkan sejumlah kelompok pekerja rentan ke dalam kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Saya dengar RT/RW, bahkan relawan pemadam kebakaran yang memang memiliki risiko tinggi, ini sudah dimasukkan kepesertaannya dalam jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.
Putih Sari pun mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan terus diperkuat agar perluasan kepesertaan dapat dilakukan secara sistematis. Menurutnya, perlindungan pekerja harus disusun berdasarkan data yang akurat agar intervensi pemerintah tepat sasaran.
“Ke depan, kita mendorong agar inisiatif ini bisa terus diperluas dengan pendekatan-pendekatan yang lebih terintegrasi, berbasis data, terukur, dan berkelanjutan agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekerja kita secara menyeluruh yang ada di Kota Palangka Raya,” tegasnya.
Selain memperluas perlindungan sosial, Ia mengungkapkan bahwa Komisi IX juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Ia menilai, peningkatan keterampilan menjadi penting untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, khususnya terkait kebutuhan soft skill.
“Komisi IX juga tentu akan mendukung pembangunan ketenagakerjaan di Palangka Raya seperti yang tadi sudah disampaikan, karena tantangannya adalah soft skill,” ujarnya.
Maka dari itu, ia mendorong penguatan pelatihan vokasi, pembangunan balai latihan kerja, pengembangan wirausaha baru, serta perluasan kesempatan kerja produktif bagi generasi muda. “Jadi mungkin pembangunan balai latihan kerja ataupun juga pengembangan-pengembangan wirausaha baru, saya kira itu juga penting,” katanya.
Putih memandang, pengembangan ketenagakerjaan juga perlu menyesuaikan perkembangan generasi muda yang semakin banyak terlibat dalam industri kreatif. “Selain itu, juga perlu perluasan akses kesempatan kerja yang produktif, khususnya hari ini kepada generasi-generasi muda. Karena memang pelaku industri kreatif hari ini kebanyakan adalah generasi-generasi muda,” pungkasnya. (hal/aha)