E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|RUU Perampasan Aset|RUU Sisdiknas|pangan|BUBK|Tindak Pidana|Haji|Diplomasi|Korupsi|RUU Ketenagalistrikan|Regulasi|BPJS Ketenagakerjaan|tambang
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 34°C
Lembab: 43%
Angin: 14 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|RUU Perampasan Aset|RUU Sisdiknas|pangan|BUBK|Tindak Pidana|Haji|Diplomasi|Korupsi|RUU Ketenagalistrikan|Regulasi|BPJS Ketenagakerjaan|tambang
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 34°C
Lembab: 43%
Angin: 14 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|RUU Perampasan Aset|RUU Sisdiknas|pangan|BUBK|Tindak Pidana|Haji|Diplomasi|Korupsi|RUU Ketenagalistrikan|Regulasi|BPJS Ketenagakerjaan|tambang
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 34°C
Lembab: 43%
Angin: 14 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Produksi Capai 40 Ton per Hektare, Titiek Sebut BUBK Kebumen Layak Dicontoh

Diterbitkan
Senin, 13 Jul 2026 11.15 WIB
Bagikan:
Produksi Capai 40 Ton per Hektare, Titiek Sebut BUBK Kebumen Layak Dicontoh

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke lokasi budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen.|Foto: Eki/Karisma

PARLEMENTARIA, Kebumen – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menilai Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, layak menjadi model nasional pengembangan perikanan budidaya. Menurutnya, keberhasilan mengubah lahan terbengkalai menjadi kawasan produksi udang berdaya saing ekspor membuktikan bahwa program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

"Hari ini kami dari Komisi IV melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kebumen, terutama melihat budidaya udang berbasis kawasan yang ada di Kebumen ini. Tadinya tanah biasa saja yang terbengkalai, ini dimanfaatkan sebagai tempat budidaya udang," ujar wanita yang akrab disapa Titiek ini usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI meninjau lokasi budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen, Sabtu (11/7/2026).

Lihat Juga :

Subsidi Pupuk Minim, Target Produksi Beras 32 Juta Ton di 2024 Sulit Tercapai

Subsidi Pupuk Minim, Target Produksi Beras 32 Juta Ton di 2024 Sulit Tercapai

Maggot Bisa Urai Sampah Organik Per Ton Sehari, Pemerintah Harus Fasilitasi Pembudidayanya

Maggot Bisa Urai Sampah Organik Per Ton Sehari, Pemerintah Harus Fasilitasi Pembudidayanya


Menurutnya, hasil budidaya udang di kawasan tersebut menunjukkan produktivitas yang sangat baik. Dalam satu hektare lahan, produksi udang mampu mencapai sekitar 40 ton dan telah memiliki pasar yang siap menyerap hasil panen. Ia juga optimistis kualitas udang yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

"Hasilnya luar biasa. Satu hektar bisa 40 ton, dan ini sudah ada yang menampung, sudah ada yang beli. Udangnya segar-segar, bagus-bagus kualitasnya, untuk ekspor mudah-mudahan tidak ada masalah apa-apa," katanya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga memberikan apresiasi kepada KKP yang tidak hanya membangun kawasan budidaya, tetapi menjadikannya sebagai pusat pelatihan bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan usaha serupa.

"Apresiasi kami dari Komisi IV kepada KKP bahwa bisa melakukan budidaya udang seperti ini. Dan juga tidak hanya untuk budidaya begitu saja, tetapi juga untuk pelatihan-pelatihan. Jadi bagi masyarakat atau perusahaan-perusahaan yang ingin menduplikasi atau meniru budidaya udang ini, bisa datang ke sini," jelasnya.

Menurut Titiek, model budidaya tersebut layak direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap setiap provinsi memiliki kawasan budidaya udang yang tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga pusat pembelajaran bagi masyarakat. Dengan demikian, program tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.

"Saya rasa kalau makin banyak lagi di seluruh Indonesia, setiap provinsi paling tidak punya lahan budidaya udang seperti ini, tentunya akan meningkatkan pendapatan masyarakat daerah dan juga untuk meningkatkan gizi anak-anak yang ada di sekitar daerah ini," tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga mengikuti kegiatan penebaran benur atau benih udang. Titiek menjelaskan bahwa benur yang ukurannya sangat kecil dapat tumbuh menjadi udang siap konsumsi hanya dalam waktu sekitar tiga bulan.

"Tadi kami juga menebar benih. Benihnya kecil banget, lebih kecil dari jarum. Benih udang itu namanya benur. Dari yang kecilnya lebih kecil dari jarum pentul, dalam tiga bulan sudah bisa dipanen sebesar itu," ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan budidaya udang di Kebumen menunjukkan besarnya potensi sektor perikanan budidaya untuk terus dikembangkan. Oleh karena itu, Titiek berharap KKP dapat memperbanyak kawasan budidaya sekaligus pusat pelatihan serupa di berbagai wilayah Indonesia agar manfaat ekonominya semakin luas dirasakan masyarakat. "Mudah-mudahan di seluruh bagian Indonesia bisa dibuat seperti ini oleh KKP sebagai pusat-pusat pelatihan untuk masyarakat," pungkasnya. (eki/we)

Berita terkait

Subsidi Pupuk Minim, Target Produksi Beras 32 Juta Ton di 2024 Sulit Tercapai
Industri dan Pembangunan
Subsidi Pupuk Minim, Target Produksi Beras 32 Juta Ton di 2024 Sulit Tercapai
Maggot Bisa Urai Sampah Organik Per Ton Sehari, Pemerintah Harus Fasilitasi Pembudidayanya
Isu Lainnya
Maggot Bisa Urai Sampah Organik Per Ton Sehari, Pemerintah Harus Fasilitasi Pembudidayanya
PON XXI Sumatera Utara: Persiapan Venue Baru Capai 40 Persen, Optimis September Tetap Terlaksana
Kesejahteraan Rakyat
PON XXI Sumatera Utara: Persiapan Venue Baru Capai 40 Persen, Optimis September Tetap Terlaksana
Tags:#pangan#BUBK
Sebelumnya

KOMISI III DPR RI - RDPU DENGAN HARRY PONTO/PERADI SAI DAN HERMANSYAH DULAIMI/DPN PERADI

Selanjutnya

RUU Sisdiknas Jaga Kekhasan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(998)
  • Industri dan Pembangunan(3488)
  • Isu Lainnya(1030)
  • Kesejahteraan Rakyat(3487)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4254)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Portal Resmi Berita dan Informasi DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi III|RUU Perampasan Aset|RUU Sisdiknas|pangan|BUBK|Tindak Pidana|Haji|Diplomasi|Korupsi|RUU Ketenagalistrikan|Regulasi|BPJS Ketenagakerjaan|tambang
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 34°C
Lembab: 43%
Angin: 14 km/h