
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko saat Komisi VIII kunjungan kerja di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Yogyakarta.|Foto : Fadil/Andri
PARLEMENTARIA, Yogyakarta – Komisi VIII DPR RI mengapresiasi pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) yang menerapkan konsep embarkasi berbasis hotel. Model layanan tersebut dinilai mampu meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur bandara dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengatakan kunjungan kerja spesifik Komisi VIII ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan untuk mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, khususnya operasional embarkasi baru YIA.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan embarkasi berjalan dengan baik dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan jemaah haji. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah penerapan konsep embarkasi berbasis hotel, menjadi yang pertama diterapkan dalam penyelenggaraan haji Indonesia.
"Kita ingin mengevaluasi pelaksanaan ibadah haji 2026, terutama karena di Yogyakarta ada embarkasi baru, yaitu embarkasi YIA. Alhamdulillah, sejauh ini berdasarkan laporan yang kami terima semuanya berjalan dengan baik," ujar Singgih saat Komisi VIII kunjungan kerja di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, konsep embarkasi berbasis hotel dipilih sebagai solusi untuk mengoptimalkan keberadaan Bandara YIA yang memiliki kapasitas memadai untuk melayani penerbangan internasional berbadan lebar. Selain mendukung kelancaran operasional haji, model tersebut juga dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi daerah karena tingkat hunian hotel di sekitar bandara meningkat selama musim haji.
"Ini merupakan satu-satunya embarkasi yang berbasis hotel. Kemarin kita berpikir bersama pemerintah daerah dan Kementerian Haji bagaimana bandara ini bisa lebih optimal dimanfaatkan. Ternyata konsep ini mampu menunjang pelayanan jemaah, hotelnya juga sesuai dengan anggaran dan lokasinya dekat dengan bandara," jelas Legislator Fraksi Partai Golkar itu.
Menurut Singgih, keberhasilan penyelenggaraan embarkasi YIA menjadi modal penting untuk meningkatkan kapasitas pelayanan pada musim haji berikutnya. Komisi VIII berharap jumlah jemaah yang diberangkatkan melalui embarkasi tersebut dapat terus meningkat seiring dengan optimalisasi fasilitas yang tersedia.
"Insyaallah tahun depan kita tingkatkan lagi kapasitasnya. Harapannya sekitar 12 ribu jemaah bisa diberangkatkan melalui Bandara YIA," katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan model embarkasi berbasis hotel tetap akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kesiapan infrastruktur, kapasitas bandara, serta jumlah jemaah di masing-masing daerah. Dengan demikian, inovasi pelayanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji tanpa mengurangi standar pelayanan yang telah berjalan selama ini.
Komisi VIII DPR RI, lanjut Singgih, akan terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji sebagai bagian dari fungsi pengawasan agar kualitas pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin baik pada tahun-tahun mendatang.(fa/ssb)