E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTB|Gili Meno|mitigasi|Bencana|Gili Air|Gili Trawangan|Haji|biaya haji|RUU Perampasan Aset|PMI|RUU Masyarakat Adat|digital|Teknologi
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 50%
Angin: 2 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTB|Gili Meno|mitigasi|Bencana|Gili Air|Gili Trawangan|Haji|biaya haji|RUU Perampasan Aset|PMI|RUU Masyarakat Adat|digital|Teknologi
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 50%
Angin: 2 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTB|Gili Meno|mitigasi|Bencana|Gili Air|Gili Trawangan|Haji|biaya haji|RUU Perampasan Aset|PMI|RUU Masyarakat Adat|digital|Teknologi
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 50%
Angin: 2 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Kemarau Belum Memuncak, Alex Indra Minta Mitigasi El Nino Dipercepat

Diterbitkan
Rabu, 1 Jul 2026 23.09 WIB
Bagikan:
Kemarau Belum Memuncak, Alex Indra Minta Mitigasi El Nino Dipercepat

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama pejabat Eselon I Kementerian Pertanian di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Arifman/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah mitigasi untuk menghadapi potensi dampak El Nino pada musim kemarau 2026. Menurutnya, antisipasi yang dilakukan sejak dini menjadi kunci menjaga produksi pangan nasional dan mencegah meluasnya gagal panen di berbagai daerah.

 

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama pejabat Eselon I Kementerian Pertanian di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026), Alex menegaskan pengalaman menghadapi El Nino pada 2015 harus menjadi pelajaran penting. Saat itu, luas lahan pertanian yang mengalami puso mencapai sekitar 217 ribu hektare, jauh lebih besar dibandingkan dampak El Nino pada 2023 maupun kondisi yang terjadi saat ini.

Lihat Juga :

Danang Wicaksana Minta Mitigasi Ancaman El Nino Diperkuat Demi Minimalisasi Risiko

Danang Wicaksana Minta Mitigasi Ancaman El Nino Diperkuat Demi Minimalisasi Risiko

Komisi IV Minta BNPB Pimpin Pemetaan Risiko El Nino agar Mitigasi Lebih Tepat Sasaran

Komisi IV Minta BNPB Pimpin Pemetaan Risiko El Nino agar Mitigasi Lebih Tepat Sasaran

 

Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memprioritaskan penguatan infrastruktur sumber daya air sebagai langkah utama menghadapi musim kemarau. "Optimalisasi infrastruktur sumber daya air, antara lain rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan dan pemanfaatan embung, sumur bor, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta relokasi pompa air ke wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan juga harus diutamakan," ujar Alex.

 

Selain memperkuat infrastruktur, Alex juga menyoroti proyeksi perkembangan fenomena El Nino dan La Nina hingga Maret 2027. Berdasarkan data tersebut, kondisi iklim diperkirakan masih berada pada fase El Nino dengan intensitas lemah hingga sedang. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat berbagai langkah mitigasi sebelum dampaknya meluas.

 

Ia juga mendorong percepatan distribusi berbagai sarana produksi pertanian, terutama bagi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekeringan. "Antisipasi juga diperlukan dengan cara akselerasi distribusi sarana produksi pertanian, antara lain benih atau bibit, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga pakan ternak, khususnya bagi daerah yang berisiko tinggi terdampak El Nino," katanya.

 

Di sisi lain, Alex mengingatkan pentingnya memperkuat sistem peringatan dini berbasis data dari BMKG. Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau 2026 telah dimulai sejak April di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan secara bertahap meluas ke berbagai daerah, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

 

Menurutnya, pemetaan wilayah rawan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan akurat agar pemerintah dapat memantau perkembangan produksi pangan nasional sekaligus mengambil langkah penanganan secara tepat waktu. "Memperkuat sistem peringatan dini berbasis data BMKG, dan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan secara tepat waktu, sehingga perkembangan produksi pangan nasional dapat terpantau," pungkasnya. (tn/we)

Berita terkait

Danang Wicaksana Minta Mitigasi Ancaman El Nino Diperkuat Demi Minimalisasi Risiko
Industri dan Pembangunan
Danang Wicaksana Minta Mitigasi Ancaman El Nino Diperkuat Demi Minimalisasi Risiko
Komisi IV Minta BNPB Pimpin Pemetaan Risiko El Nino agar Mitigasi Lebih Tepat Sasaran
Industri dan Pembangunan
Komisi IV Minta BNPB Pimpin Pemetaan Risiko El Nino agar Mitigasi Lebih Tepat Sasaran
Antisipasi El Nino dan Kemarau, Komisi IV Dorong BNPB Orkestrasi Pendataan Ancaman Bencana
Industri dan Pembangunan
Antisipasi El Nino dan Kemarau, Komisi IV Dorong BNPB Orkestrasi Pendataan Ancaman Bencana
Tags:#El Nino#Kemarau
Sebelumnya

Hunian TOD Perumnas Diminati Pasar, Andre Rosiade Ingatkan Beban Utang Masih Mengganjal

Selanjutnya

Anggaran Perawatan Jalan Hanya Cukup 2 Bulan, Legislator Soroti Dampak Ekonomi dan Risiko Kecelakaan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1055)
  • Industri dan Pembangunan(3692)
  • Isu Lainnya(1045)
  • Kesejahteraan Rakyat(3695)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4567)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

SIDANG TAHUNAN MPR RI SIDANG BERSAMA DPR & DPD RI RAPAT PARIPURNA DPR RI

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTB|Gili Meno|mitigasi|Bencana|Gili Air|Gili Trawangan|Haji|biaya haji|RUU Perampasan Aset|PMI|RUU Masyarakat Adat|digital|Teknologi
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 50%
Angin: 2 km/h