E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|RUU Kabupaten/Kota|Logistik|pesantren|Kampung Siaga Bencana|RUU HPI|tambang|industri|Lingkungan Hidup|limbah|Judol|lingkungan|fiskal
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 34°C
Lembab: 80%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|RUU Kabupaten/Kota|Logistik|pesantren|Kampung Siaga Bencana|RUU HPI|tambang|industri|Lingkungan Hidup|limbah|Judol|lingkungan|fiskal
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 34°C
Lembab: 80%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi V Soroti Lemahnya Pengawasan BSPS: Anggaran Evaluasi Nol, Pengawasan Bisa Lumpuh

Diterbitkan
Kamis, 25 Jun 2026 16.15 WIB
Bagikan:
Komisi V Soroti Lemahnya Pengawasan BSPS: Anggaran Evaluasi Nol, Pengawasan Bisa Lumpuh

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Gedung Nusantara V, Senayan.|Foto : Naefuroji/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, merespons temuan manipulasi data penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang salah sasaran ke rumah mewah. Legislator dapil Kalimantan Barat II ini menegaskan bahwa insiden tersebut membuktikan lemahnya sistem pengawasan internal di Kementerian Perumahan.


Lasarus menekankan bahwa program infrastruktur fisik seperti BSPS sangat mudah diawasi karena wujudnya kasat mata. Ia meminta jajaran Inspektorat Jenderal (Irjen) untuk menindak tegas oknum yang bermain.


"Kalau tidak layak, jangan dicairkan duitnya. Para kepala balai harus berani menghadapi hal-hal yang tidak masuk akal. Kalau ada yang ngotot melanggar, ya penegakan hukum, Ini jangan sampai lagi, ke depan hal-hal seperti ini sampai muncul di rapat sini, hal yang remeh-temeh menurut saya, hanya karena pengawasannya tidak dilaksanakan dengan baik," tegas Lasarus dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Gedung Nusantara V, Senayan, Kamis (25/6/2026).

Lihat Juga :

Dorong Penambahan Anggaran 2027, Komisi V DPR Soroti Defisit Kebutuhan Kemenhub Capai Rp37 Triliun

Dorong Penambahan Anggaran 2027, Komisi V DPR Soroti Defisit Kebutuhan Kemenhub Capai Rp37 Triliun

Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan


Namun, di balik kritiknya, Lasarus juga mengungkap sebuah ironi besar dalam sistem birokrasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Saat menanyakan pihak kementerian terkait dana operasional pengawasan, terungkap bahwa tidak ada alokasi anggaran indikatif (nol rupiah) bagi balai-balai di daerah untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) BSPS di lapangan.


"Untuk bisa akuntabel itu perlu upaya. Mau ke lapangan, tapi duitnya tidak ada. Masa mau potong gaji pegawai? Ini (menjadi perhatian) teman-teman di Komisi dan Badan Anggaran. Kalau ada temuan melanggar hukum karena tidak diawasi, kita pusing juga," ujarnya.


Penguatan fungsi pengawasan dan kelengkapan validasi data dinilai menjadi kunci utama agar insiden salah sasaran tidak lagi terulang. “Ini kalau pengawasannya dilaksanakan dengan baik, saya yakin enggak bakalan terjadi pelanggaran,” ungkap Lasarus. (hvt/aha)

Berita terkait

Dorong Penambahan Anggaran 2027, Komisi V DPR Soroti Defisit Kebutuhan Kemenhub Capai Rp37 Triliun
Industri dan Pembangunan
Dorong Penambahan Anggaran 2027, Komisi V DPR Soroti Defisit Kebutuhan Kemenhub Capai Rp37 Triliun
Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan
Industri dan Pembangunan
Soroti Koordinasi Kendali Kereta, Waka Komisi V Minta Evaluasi Sistem Keselamatan
Komisi XIII Soroti Lemahnya Pengawasan Keimigrasian di Perbatasan Kalimantan Barat
Politik dan Keamanan
Komisi XIII Soroti Lemahnya Pengawasan Keimigrasian di Perbatasan Kalimantan Barat
Tags:#BSPS
Sebelumnya

Maman Imanul Haq di Gebyar Muharam: Anak Yatim Investasi Besar Menuju Indonesia Emas 2045

Selanjutnya

Herman Khaeron Dorong Sertifikasi BUMN Wajib Melalui IDSurvey

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(928)
  • Industri dan Pembangunan(3329)
  • Isu Lainnya(1022)
  • Kesejahteraan Rakyat(3321)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4052)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|RUU Kabupaten/Kota|Logistik|pesantren|Kampung Siaga Bencana|RUU HPI|tambang|industri|Lingkungan Hidup|limbah|Judol|lingkungan|fiskal
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 34°C
Lembab: 80%
Angin: 5 km/h