E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
YTR|Imigrasi|Optimalisasi Pendapatan Daerah|Pendidikan|HAM|RUU Sisdiknas|WNA|KUHP|fiskal|Dana Bagi Hasil|Warga Binaan|Haji|Transportasi
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 77%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
YTR|Imigrasi|Optimalisasi Pendapatan Daerah|Pendidikan|HAM|RUU Sisdiknas|WNA|KUHP|fiskal|Dana Bagi Hasil|Warga Binaan|Haji|Transportasi
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 77%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
YTR|Imigrasi|Optimalisasi Pendapatan Daerah|Pendidikan|HAM|RUU Sisdiknas|WNA|KUHP|fiskal|Dana Bagi Hasil|Warga Binaan|Haji|Transportasi
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 77%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Novita Hardini Dorong Revisi UU Perfilman Sesuaikan Perkembangan Industri Kreatif

Diterbitkan
Rabu, 24 Jun 2026 11.27 WIB
Bagikan:
Novita Hardini Dorong Revisi UU Perfilman Sesuaikan Perkembangan Industri Kreatif

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini.|Foto : Farhan/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Regulasi perfilman dinilai perlu segera disesuaikan dengan perkembangan industri kreatif dan perubahan teknologi agar mampu menjawab tantangan distribusi film, platform digital, serta meningkatkan daya saing perfilman nasional. Selain itu, pemerintah juga didorong menyusun roadmap perfilman nasional yang terukur sebagai dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan pengembangan industri.


"Undang-Undang Perfilman yang ada saat ini sudah tidak cukup relevan menghadapi perubahan teknologi, platform distribusi digital, dan tantangan industri kreatif global. Kita membutuhkan regulasi yang lebih progresif, adaptif, dan berpihak pada kepentingan perfilman nasional," kata Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria pada Selasa (23/6/2026).


Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional  pada Senin (22/6) ia menegaskan bahwa penguatan industri perfilman tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur atau penambahan layar bioskop, tetapi juga membutuhkan arah kebijakan yang jelas dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah perlu memiliki peta jalan yang berbasis data sebelum mengambil berbagai kebijakan strategis bagi industri perfilman.

Lihat Juga :

Pelaku Industri Harus Kompak Rumuskan Masukan untuk Revisi UU Perfilman

Pelaku Industri Harus Kompak Rumuskan Masukan untuk Revisi UU Perfilman

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Tembakau yang Lindungi Ekonomi Rakyat

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Tembakau yang Lindungi Ekonomi Rakyat


Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai roadmap tersebut harus memuat indikator keberhasilan yang terukur, mulai dari peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan UMKM yang terhubung dengan industri film, penguatan ekonomi kreatif daerah, hingga peningkatan kesejahteraan pekerja kreatif.


"Keberhasilan industri film tidak boleh hanya diukur dari jumlah layar atau jumlah tiket yang terjual. Yang lebih penting adalah seberapa besar industri ini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, menghidupkan UMKM, dan memperkuat identitas budaya bangsa," jelasnya.


Selain itu, Novita meminta pemerintah menghadirkan kajian independen yang komprehensif mengenai dampak ekonomi penambahan layar bioskop sehingga setiap kebijakan benar-benar didasarkan pada kebutuhan industri dan kondisi riil masyarakat. Menurutnya, pengembangan industri perfilman harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat ekosistem industri, bukan hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur.


"Kita tidak boleh terjebak pada logika bahwa semakin banyak layar maka industri otomatis semakin maju. Yang harus diperkuat adalah ekosistemnya, keberpihakan regulasinya, serta kemampuan masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan industri kreatif tersebut. Jangan sampai kebijakan yang dimaksudkan untuk membantu justru melahirkan persoalan baru bagi perfilman nasional," pungkasnya. (uc/aha)

Berita terkait

Pelaku Industri Harus Kompak Rumuskan Masukan untuk Revisi UU Perfilman
Industri dan Pembangunan
Pelaku Industri Harus Kompak Rumuskan Masukan untuk Revisi UU Perfilman
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Tembakau yang Lindungi Ekonomi Rakyat
Industri dan Pembangunan
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Tembakau yang Lindungi Ekonomi Rakyat
Novita Hardini Optimistis UU Kepariwisataan Dorong Kebangkitan Pariwisata Nasional
Industri dan Pembangunan
Novita Hardini Optimistis UU Kepariwisataan Dorong Kebangkitan Pariwisata Nasional
Tags:#RUU Perfilman#Industri Perfilman
Sebelumnya

Sari Yuliati Kawal Akselerasi Infrastruktur Irigasi di Lombok

Selanjutnya

Hasil Koordinasi dengan Kapolda Jabar, Satgas Dibentuk Kejar Pelaku Penyekapan Perempuan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(920)
  • Industri dan Pembangunan(3304)
  • Isu Lainnya(1020)
  • Kesejahteraan Rakyat(3300)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4034)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
YTR|Imigrasi|Optimalisasi Pendapatan Daerah|Pendidikan|HAM|RUU Sisdiknas|WNA|KUHP|fiskal|Dana Bagi Hasil|Warga Binaan|Haji|Transportasi
Jakarta:
Gerimis
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 77%
Angin: 11 km/h