Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, dalam rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Kresno/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperkuat dukungan terhadap perguruan tinggi swasta (PTS) dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Kebijakan tersebut dipandang mampu menghapus sekat antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan PTS yang selama ini masih dirasakan dalam berbagai program pengembangan pendidikan tinggi.
Dalam rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026), Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan Kemendiktisaintek, khususnya dalam memberikan perhatian yang lebih besar kepada perguruan tinggi swasta.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi terobosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ia bahkan menyebut kebijakan bantuan operasional perguruan tinggi sebagai legasi penting dalam membangun pendidikan tinggi yang lebih berkeadilan.
“Inilah menteri pertama yang tidak ada dikotomi antara swasta dan negeri. Legasi yang Bapak buat, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi, ini merupakan pertama kali yang terjadi, sehingga Bapak layak disebut menteri yang sayang sama perguruan tinggi swasta,” ujar Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu.
Pada kesempatan tersebut, Komisi X DPR RI juga menyetujui pagu indikatif Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp64,84 triliun serta usulan tambahan anggaran sebesar Rp17,18 triliun. Dukungan anggaran tersebut diharapkan mampu memperkuat berbagai program strategis, termasuk peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi secara merata.
Sofyan Tan menilai, keberpihakan terhadap perguruan tinggi swasta penting dilakukan mengingat kontribusi PTS yang besar dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia. Karena itu, kebijakan yang memberikan kesempatan dan dukungan yang setara antara PTN dan PTS perlu terus diperkuat.
Politisi asal Daerah Pemilihan Sumut I ini juga berharap berbagai program yang telah dirancang Kemendiktisaintek dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional dan menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. (fa/aha)