Anggota Komisi XIII DPR RI Muslim Ayub, Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI bersama Menteri Hukum, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Ketua Umum PSSI terkait pembahasan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.|Foto: Yohanes/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XIII DPR RI Muslim Ayub memberikan saran strategis kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menjajaki potensi empat pemain sepak bola nasional Qatar yang memiliki garis keturunan asal Aceh. Hal ini disampaikannya di sela-sela Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI bersama Menteri Hukum, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Ketua Umum PSSI terkait pembahasan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Diketahui, komunikasi awal dengan orang tua para pemain tersebut sudah berjalan. Ia menyebut kualitas para pemain ini tidak perlu diragukan lagi karena mereka memperkuat klub-klub papan atas di kompetisi sepak bola Qatar. "Ada empat pemain nasional Qatar asal Aceh, dan orang tuanya sudah berkomunikasi dengan kita. Klub-klubnya pun itu klub-klub yang luar biasa," ujar Muslim Ayub.
Lebih lanjut, legislator asal Aceh ini merinci nama-nama pemain yang dimaksud, di antaranya Andri Syahputra, Ahmad Al-Khuwailid Mustafa, Muhammad Ali Rahman (Ali Rahman Jamin), Farri Agri. Politisi Fraksi Nasdem tersebut menegaskan bahwa latar belakang mereka yang merupakan keturunan dan kelahiran Aceh menjadi modal penting bagi PSSI jika ingin memperkuat kedalaman skuad nasional melalui jalur diaspora.
Apalagi, sepak bola Qatar terus berkembang pesat sebagai salah satu kekuatan di Asia. Menanggapi saran tersebut, Pimpinan Rapat Komisi XIII DPR langsung meneruskan usulan ini kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir agar menjadi bahan pertimbangan dan kajian lebih lanjut ke depan.
"Ini perlu barangkali pemikiran kita karena kualitas dari pemain ini tidak diragukan lagi, mereka bermain di klub nasional mereka. Ini menjadi saran kami kepada pimpinan," tandasnya. (NAL/um)