
Anggota Komisi XIII DPR RI Muslim Ayub menyampaikan pandangannya terkait overcrowding Lapas Papua saat Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI di Mimika, Papua Tengah.|Foto: Salju/Karisma
PARLEMENTARIA, Mimika – Anggota Komisi XIII DPR RI Muslim Ayub mendorong pemenuhan tenaga kesehatan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Papua. Pasalnya, setiap lapas idealnya memiliki sedikitnya satu dokter tetap untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat berjalan optimal.
Hal tersebut disampaikannya saat Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (25/7/2026). Ia menilai kebutuhan tenaga kesehatan menjadi perhatian utama, mengingat jumlah penghuni lapas di Papua cukup besar.
"Saya yakin, saya berharap setiap UPT itu harus satu ada dokternya. Bayangkan dari lapas itu yang berjumlah 300-400 orang. Kalau tidak ada dokternya, sulit barangkali bagi warga binaan bagaimana dengan perawatannya," ujar Muslim.
Dalam kesempatan itu, ia juga mempertanyakan ketersediaan dokter di seluruh lapas di Papua. Menurutnya, keberadaan dokter dan tenaga perawat merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan.
"Ini tenaga kesehatan, ada dokter, ada perawat. Itu perlu dijelaskan Pak. Dokternya berapa? Belum semua lapas." katanya.
Berdasarkan paparan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua Tengah, kondisi lapas di wilayah tersebut juga masih menghadapi kelebihan kapasitas. Per 17 Juli 2026, Lapas Kelas IIB Nabire dihuni 180 warga binaan dari kapasitas 150 orang atau mengalami overcrowding sebesar 20 persen. Sementara itu, Lapas Kelas IIB Timika dihuni 365 warga binaan dengan kapasitas 300 orang atau mengalami overcrowding sebesar 21,67 persen.
Selain persoalan tenaga kesehatan, Muslim Ayub turut menyinggung kondisi kelebihan kapasitas lapas di Papua. Menurutnya, persoalan tersebut perlu terus menjadi perhatian, sehingga berbagai kebutuhan yang dihadapi satuan kerja pemasyarakatan dapat dibahas secara menyeluruh bersama Komisi XIII DPR RI. "Yang berikutnya mungkin yang over capacity ini. Alhamdulillah ini hadir semua Pak ya, Kalapas-kalapas kita hadir semua dari seluruh Papua. Ini hanya Papua Tengah ya. Kami berharap datang sekali lagi seluruh Papua supaya bisa mengetahui semua keinginan-keinginan," tutup Muslim. (sqa/um)