
Anggota Komisi XIII DPR RI Rapidin Simbolon, dalam agenda Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI dengan Kementerian Sekretariat Negara di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Arifman/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi XIII DPR RI Rapidin Simbolon meminta Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) menyajikan data anggaran secara lebih komprehensif dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. Menurutnya, DPR memerlukan gambaran menyeluruh mengenai realisasi dan capaian anggaran sebelum mempertimbangkan usulan tambahan anggaran.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut menilai penyajian anggaran sebaiknya memuat realisasi tahun 2025, capaian tahun 2026, serta usulan tahun 2027 secara berdampingan. Dengan demikian, DPR dapat melihat perkembangan kinerja kementerian dan efektivitas penggunaan anggaran secara lebih jelas.
“Alangkah baiknya jika realisasi tahun 2025, capaian tahun 2026, dan usulan tahun 2027 ditampilkan secara lengkap. Dengan begitu kami bisa melihat perkembangan dan progres penggunaan anggaran secara lebih jelas,” ujar Rapidin dalam agenda Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI dengan Kementerian Sekretariat Negara di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia juga menyoroti usulan tambahan anggaran sebesar Rp59,7 miliar yang diajukan Setneg. Menurutnya, usulan tersebut perlu disertai rincian yang jelas mengenai peruntukan anggaran agar dapat menjadi bahan pertimbangan DPR.
Perlu diketahui, kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi tantangan sehingga setiap penambahan anggaran harus disertai penjelasan yang transparan dan terukur. Oleh karena itu, Fraksi PDI Perjuangan masih akan mencermati usulan tersebut sebelum memberikan sikap resmi.
“Kami bukan tidak setuju kenaikan anggaran, tetapi penambahannya harus dijelaskan secara rinci sehingga kami dapat mempertimbangkannya secara objektif,” tegasnya. (dik/um)