Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo.|Foto : Oji/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengingatkan Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk fokus mengerjakan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Sebab itu, ungkapnya, usulan anggaran TA 2027 sebesar Rp 6,557 triliun dapat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi perlindungan kesehatan hewan, tumbuhan, dan keamanan pangan masyarakat.
Ia menyebut, Badan Karantina Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman hama, penyakit hewan karantina, organisme pengganggu tumbuhan, serta memastikan standar keamanan pangan bagi masyarakat.
“Sebagai penjaga pintu gerbang darat, udara dan laut tentu tidak mudah apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan tersbesar, mengingat anggaran yang hanya 1,6 triliun tentu tidak akan cukup untuk menghadapi kondisi yang semakin kompleks”, ungkpanya dalam agenda Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Senayan, Jakarta, Rabu (6/10/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan sistem teknologi serta penguatan sistem deteksi dini dan pengawasan karantina di pintu masuk negara. Baginya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta perbaikan sarana dan prasarana karantina merupakan langkah penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
“Pemanfaatan teknologi akan sangat membantu untuk mempermudah pengawasan badan karantina kedepannya, kita sepakat anggaran Badan Karantina harus segera ditambah sehingga kedepannya apa yang direncanakan dapat benar-benar terlaksana apalagi tugas dari Badan Karantina juga cukup berat”, imbuhnya.
Menutup pernyataan, pungkasnya, penguatan sistem karantina menjadi instrumen penting untuk mendukung ekspor komoditas pertanian, perikanan, dan kehutanan agar memenuhi standar internasional. (tn/um)