E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Aparat Penegak Hukum|MBG|SDM|Penegakan Hukum|APH|Kalimantan Utara|Pariwisata|layanan kesehatan|SPPG|narkotika|Aceh|Kejaksaan
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 30°C
Lembab: 48%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Aparat Penegak Hukum|MBG|SDM|Penegakan Hukum|APH|Kalimantan Utara|Pariwisata|layanan kesehatan|SPPG|narkotika|Aceh|Kejaksaan
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 30°C
Lembab: 48%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Aparat Penegak Hukum|MBG|SDM|Penegakan Hukum|APH|Kalimantan Utara|Pariwisata|layanan kesehatan|SPPG|narkotika|Aceh|Kejaksaan
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 30°C
Lembab: 48%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Mulyadi: Kebijakan Ketahanan Pangan Harus Berbasis Insentif, Bukan Pemaksaan

Diterbitkan
Selasa, 9 Jun 2026 17.00 WIB
Bagikan:
Mulyadi: Kebijakan Ketahanan Pangan Harus Berbasis Insentif, Bukan Pemaksaan

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Mulyadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Baleg DPR RI dalam rangka penyusunan RUU tentang Komoditas Strategis di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Mahendra/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Mulyadi mendorong agar kebijakan ketahanan pangan nasional dibangun melalui pendekatan yang memberikan insentif kepada petani dan masyarakat. Sehingga, kebijakan tersebut bukan semata-mata melalui pembatasan pemanfaatan lahan atau pendekatan yang bersifat memaksa.

 

Menurutnya, upaya menjaga ketahanan pangan harus mempertimbangkan realitas ekonomi masyarakat, terutama pemilik lahan yang berada di kawasan dengan nilai ekonomi tinggi. Terlebih, ia menilai bahwa kebijakan perlindungan lahan pertanian tidak dapat dilepaskan dari aspek nilai ekonomis pemanfaatan ruang.

Lihat Juga :

Adde Rosi: Regulasi AI Harus Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Adde Rosi: Regulasi AI Harus Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Kebijakan Pangan Harus Terpusat, Firman Soebagyo Usulkan Kementerian Baru

Kebijakan Pangan Harus Terpusat, Firman Soebagyo Usulkan Kementerian Baru

 

Hal itu disampaikan Mulyadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Baleg DPR RI bersama Kementerian ATR/BPN, Kementerian PPN/Bappenas, dan CELIOS dalam rangka penyusunan RUU tentang Komoditas Strategis di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

 

“Sebetulnya konsep pemanfaatan ruang itu berbasis nilai ekonomis. Kalau memang selama ini tidak ada insentif buat petani, bagaimana kalau secara ekonomis lahan yang mahal itu dipaksa jadi lahan pertanian? Bagaimana logikanya?” ujarnya.

 

Ia mencontohkan sejumlah daerah yang memiliki karakter ekonomi berbeda, seperti Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Menurutnya, kebijakan perlindungan lahan pertanian perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan ekonomi daerah agar tidak menimbulkan benturan dengan realitas di lapangan.

 

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini menilai bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang dipertahankan, tetapi juga oleh tingkat kesejahteraan petani dan daya tarik sektor pertanian bagi generasi muda.

 

Meski begitu, ia memandang bahwa rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian dalam penyusunan kebijakan komoditas strategis.

 

“Kalau kita tanya sekarang, siapa yang mau jadi petani? Tidak ada yang menunjuk. Tidak menarik bagi mereka (generasi muda) jadi petani,” katanya.

 

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian, sehingga masyarakat memiliki dorongan untuk tetap mempertahankan lahan produktif dan berusaha di sektor tersebut.

 

Mulyadi juga mengusulkan adanya mekanisme insentif bagi petani yang bersumber dari kebijakan pemanfaatan ruang. Menurutnya, sejumlah negara menerapkan skema kompensasi atau pungutan tertentu dari perubahan fungsi lahan yang kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung sektor pertanian.

 

“Kalau memang ada perubahan lahan, mungkin ada mekanisme yang hasilnya digunakan untuk memberikan insentif kepada petani,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa target ketahanan pangan nasional harus dibangun di atas partisipasi masyarakat yang bersifat sukarela dan didukung oleh kebijakan yang memberikan manfaat nyata.

 

“Cita-cita ketahanan pangan itu betul-betul harus berbasis sukarela dari masyarakat. Voluntary sifatnya, bukan pemaksaan, ditakuti-takuti atau dipaksa,” tegasnya.(hal/rdn)

Berita terkait

Adde Rosi: Regulasi AI Harus Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Politik dan Keamanan
Adde Rosi: Regulasi AI Harus Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Kebijakan Pangan Harus Terpusat, Firman Soebagyo Usulkan Kementerian Baru
Industri dan Pembangunan
Kebijakan Pangan Harus Terpusat, Firman Soebagyo Usulkan Kementerian Baru
Masyarakat Papua Lebih Memilih Sagu, Kebijakan Pangan Nasional Harus Adaptif dengan Konteks Lokal
Industri dan Pembangunan
Masyarakat Papua Lebih Memilih Sagu, Kebijakan Pangan Nasional Harus Adaptif dengan Konteks Lokal
Tags:#Pertanian#pangan
Sebelumnya

Perkuat Daya Saing Global, Perguruan Tinggi di Riau Miliki Keunggulan Komparatif di Bidang Agama

Selanjutnya

BAM DPR RI Inisiatif Selesaikan Persoalan Resettlement Warga Eks Blang Lancang-Rancang Lhokseumawe

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1042)
  • Industri dan Pembangunan(3656)
  • Isu Lainnya(1037)
  • Kesejahteraan Rakyat(3631)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4465)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Aparat Penegak Hukum|MBG|SDM|Penegakan Hukum|APH|Kalimantan Utara|Pariwisata|layanan kesehatan|SPPG|narkotika|Aceh|Kejaksaan
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 30°C
Lembab: 48%
Angin: 10 km/h