E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Sisdiknas|Diplomasi|RUU Ketenagalistrikan|Regulasi|Korupsi|BPJS Ketenagakerjaan|Guru|Ekonomi|RUU Statistik|pangan|RUU Daerah Kepulauan|RUU PFII
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Sisdiknas|Diplomasi|RUU Ketenagalistrikan|Regulasi|Korupsi|BPJS Ketenagakerjaan|Guru|Ekonomi|RUU Statistik|pangan|RUU Daerah Kepulauan|RUU PFII
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Sisdiknas|Diplomasi|RUU Ketenagalistrikan|Regulasi|Korupsi|BPJS Ketenagakerjaan|Guru|Ekonomi|RUU Statistik|pangan|RUU Daerah Kepulauan|RUU PFII
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Model Bisnis Berbasis Kekayaan Intelektual Belum Sepenuhnya Dipahami Perbankan

Diterbitkan
Minggu, 7 Jun 2026 17.07 WIB
Bagikan:
Model Bisnis Berbasis Kekayaan Intelektual Belum Sepenuhnya Dipahami Perbankan

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay saat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI ke Ayena Studio di Kota Cimahi, Jawa Barat.|Foto: Yushanty/Arifman

PARLEMENTARIA, Cimahi - Skema pembiayaan yang belum mampu mengakomodasi karakter industri kreatif dinilai masih menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan studio animasi nasional. Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai, pelaku industri animasi sejatinya memiliki kapasitas dan prospek besar, tetapi erap terkendala akses permodalan karena model bisnis berbasis kekayaan intelektual (intellectual property/IP) belum sepenuhnya dipahami sektor perbankan.

 

Hal itu disampaikan Saleh usai Rapat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI ke Ayena Studio di Kota Cimahi, Jawa Barat pada Jumat (5/6/2026). Menurutnya, pengalaman Ayena Studio yang mampu terlibat dalam proyek animasi nasional hingga pasar internasional menunjukkan bahwa talenta animasi Indonesia memiliki daya saing yang kuat.

Lihat Juga :

Belum Sepenuhnya Cerminkan Integritas, Masyarakat Curhat ke Dewan Soal SPMB di Makassar

Belum Sepenuhnya Cerminkan Integritas, Masyarakat Curhat ke Dewan Soal SPMB di Makassar

Putra Nababan Usul Skema Penjaminan Khusus bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

Putra Nababan Usul Skema Penjaminan Khusus bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

 

“Karena orang belum melihat bahwa usaha-usaha seperti ini sangat menjanjikan sebetulnya ke depan. Saya yakin betul bahwa ini adalah salah satu aset nasional yang bisa dikembangkan,” ujar Saleh kepada Parlementaria usai pertemuan tersebut dalam Kunjungan Kerja Komisi VII ke Cimahi, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026).

 

Politisi Fraksi PAN itu menilai, capaian studio animasi lokal yang mampu menjangkau pasar global seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah dan lembaga keuangan untuk lebih percaya terhadap industri kreatif nasional. Ia menyebut, selama ini pelaku usaha animasi justru menghadapi kesulitan memperoleh pembiayaan karena aset utama yang dimiliki berbentuk karya intelektual, bukan aset fisik.

 

“Sekarang mereka menjual kekayaan intelektual. Sementara kekayaan intelektual itu bentuknya enggak ada. Kalau selama ini orang pinjam uang ke bank ada jaminan rumah, kantor, mobil. Nah kalau sekarang tidak bisa. Kekayaan intelektual itu kan di sini (kepala), dalam bentuk flashdisk, dalam bentuk film,” jelas Politisi Fraksi PAN ini.

 

Karena itu, Saleh menyebut DPR RI tengah mengupayakan penguatan regulasi yang dapat membuka akses pembiayaan lebih luas bagi industri kreatif, termasuk melalui pembahasan penguatan aspek hak kekayaan intelektual dan hak cipta. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pembiayaan industri animasi yang kini terus berkembang.

 

Di sisi lain, Komisi VII DPR RI juga telah membentuk Panja Pembiayaan dan Permodalan sebagai instrumen untuk mengidentifikasi hambatan akses modal yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif di lapangan. Saleh menegaskan, Panja tersebut tidak hanya memetakan masalah, tetapi juga mencari solusi konkret terhadap persoalan pembiayaan yang selama ini dihadapi pelaku industri.

 

“Kalau memang mereka kesulitan untuk dapatkan bantuan itu datang ke kita, kita akan panggil bank-nya. Apa masalahnya gitu,” tegasnya.

 

Kunjungan Panja Komisi VII ke Ayena Studio sendiri dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai tantangan ekosistem animasi nasional, mulai dari pembiayaan, pengembangan IP lokal, distribusi, hingga penguatan sumber daya manusia kreatif. Bagi Komisi VII, masukan pelaku industri akan menjadi bahan rekomendasi kebijakan agar studio animasi Indonesia tidak hanya menjadi pelaksana proyek, tetapi juga berkembang sebagai pemilik karya dan IP nasional yang berdaya saing global. (uc/rdn)

Berita terkait

Belum Sepenuhnya Cerminkan Integritas, Masyarakat Curhat ke Dewan Soal SPMB di Makassar
Kesejahteraan Rakyat
Belum Sepenuhnya Cerminkan Integritas, Masyarakat Curhat ke Dewan Soal SPMB di Makassar
Putra Nababan Usul Skema Penjaminan Khusus bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
Industri dan Pembangunan
Putra Nababan Usul Skema Penjaminan Khusus bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan: KUR Harus Mampu Jangkau UMKM Nonbankable
Industri dan Pembangunan
I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan: KUR Harus Mampu Jangkau UMKM Nonbankable
Tags:#Film#Animasi#Game
Sebelumnya

Mercy Barends: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik serta Kepentingan Oligarki

Selanjutnya

Komisi VII Dukung Pertumbuhan Industri Film Berbasis Komunitas Masyarakat

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(997)
  • Industri dan Pembangunan(3463)
  • Isu Lainnya(1029)
  • Kesejahteraan Rakyat(3485)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4242)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Sisdiknas|Diplomasi|RUU Ketenagalistrikan|Regulasi|Korupsi|BPJS Ketenagakerjaan|Guru|Ekonomi|RUU Statistik|pangan|RUU Daerah Kepulauan|RUU PFII
Jakarta:
Berawan sebagian
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h