E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Daerah Kepulauan|RUU Perampasan Aset|BBM|MBG|UMKM|Subsidi|RUU PFII|Haji|PMI|RUU Masyarakat Adat|Polri|LKPP
Jakarta:
Sebagian Cerah
26°C
Terasa: 29°C
Lembab: 65%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Daerah Kepulauan|RUU Perampasan Aset|BBM|MBG|UMKM|Subsidi|RUU PFII|Haji|PMI|RUU Masyarakat Adat|Polri|LKPP
Jakarta:
Sebagian Cerah
26°C
Terasa: 29°C
Lembab: 65%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Daerah Kepulauan|RUU Perampasan Aset|BBM|MBG|UMKM|Subsidi|RUU PFII|Haji|PMI|RUU Masyarakat Adat|Polri|LKPP
Jakarta:
Sebagian Cerah
26°C
Terasa: 29°C
Lembab: 65%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Soedeson Tandra Dorong RUU HPI Segera Rampung demi Kepastian Hukum Lintas Negara

Diterbitkan
Kamis, 4 Jun 2026 09.47 WIB
Bagikan:
Soedeson Tandra Dorong RUU HPI Segera Rampung demi Kepastian Hukum Lintas Negara

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Hukum Perdata Internasional (HPI) DPR RI Soedeson Tandra, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus RUU HPI DPR RI bersama Ikatan Advokat Indonesia (IAI), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), dan Serikat Pengacara Indonesia (SAI), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Arief/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Hukum Perdata Internasional (HPI) DPR RI Soedeson Tandra menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian Rancangan Undang-Undang Hukum Perdata Internasional guna menjawab meningkatnya berbagai persoalan hukum yang melibatkan unsur asing, mulai dari perkawinan campuran hingga transaksi bisnis lintas negara. Menurutnya, semakin terbukanya interaksi masyarakat Indonesia dengan dunia internasional menuntut hadirnya payung hukum yang mampu memberikan kepastian dalam penyelesaian sengketa perdata yang melibatkan warga negara, badan hukum, maupun aset yang berada di lebih dari satu yurisdiksi negara.

 

“RUU HPI ini sangat urgent. Karena terus terang pergaulan bangsa kita dengan bangsa-bangsa di dunia itu semakin intens. Sedangkan kalau kita bicara mengenai HPI, segala sesuatu yang ada unsur asingnya, mulai dari perkawinan, harta benda, perjanjian, keluarga, dan lain sebagainya,” ujar Soedeson saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus RUU HPI DPR RI bersama Ikatan Advokat Indonesia (IAI), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), dan Serikat Pengacara Indonesia (SAI), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Lihat Juga :

Komisi XIII Dorong Harmonisasi Regulasi Daerah, demi Hadirkan Kepastian Hukum ke Masyarakat

Komisi XIII Dorong Harmonisasi Regulasi Daerah, demi Hadirkan Kepastian Hukum ke Masyarakat

Pengaturan Toko Online Lintas Negara dan Kawin Campur Perlu Dibahas dalam RUU HPI

Pengaturan Toko Online Lintas Negara dan Kawin Campur Perlu Dibahas dalam RUU HPI

 

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, hingga kini Indonesia belum memiliki regulasi yang komprehensif terkait hukum perdata internasional. Padahal, kebutuhan terhadap aturan tersebut semakin besar seiring meningkatnya hubungan hukum antarnegara yang melibatkan warga negara Indonesia. Sebab itu, DPR memandang RUU HPI menjadi instrumen penting untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam menghadapi persoalan keperdataan lintas negara.

 

Perlu diketahui, dalam forum tersebut, Pansus juga menyerap berbagai masukan dari organisasi advokat yang selama ini berhadapan langsung dengan praktik penyelesaian perkara perdata internasional. Soedeson menilai masukan dari kalangan praktisi sangat penting karena bersumber dari pengalaman nyata di lapangan.

 

Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah mengenai relitigasi atau pengajuan kembali perkara yang telah diputus. Menurutnya, kepastian hukum harus menjadi prinsip utama dalam penyusunan regulasi sehingga putusan yang telah berkekuatan hukum dapat segera dieksekusi. “Misalnya asosiasi advokat bicara mengenai relitigasi. Kami sendiri berpandangan bahwa tidak ada lagi relitigasi. Putusan itu harus dieksekusi. Karena kalau ada lagi relitigasi, itu bisa menimbulkan ketidakpastian hukum,” tegasnya.

 

Oleh karena itu, dirinya mengatakan Pansus berkomitmen menyelesaikan pembahasan RUU HPI pada periode DPR saat ini. Meski demikian, ia mengakui materi muatan yang diatur sangat luas dan kompleks sehingga memerlukan kajian mendalam serta pembelajaran dari praktik hukum perdata internasional di berbagai negara.

 

Dengan hadirnya RUU HPI, pihaknya berharap Indonesia memiliki kerangka hukum yang lebih modern, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan hubungan hukum lintas negara yang terus berkembang di era globalisasi. “Kami memang mentargetkan periode ini harus selesai. Tapi materinya sangat banyak. Karena itu kami ingin mendapatkan masukan seluas-luasnya agar jangan sampai salah dalam menyusun undang-undang ini,” pungkasnya. (fa/um)

Berita terkait

Komisi XIII Dorong Harmonisasi Regulasi Daerah, demi Hadirkan Kepastian Hukum ke Masyarakat
Politik dan Keamanan
Komisi XIII Dorong Harmonisasi Regulasi Daerah, demi Hadirkan Kepastian Hukum ke Masyarakat
Pengaturan Toko Online Lintas Negara dan Kawin Campur Perlu Dibahas dalam RUU HPI
Politik dan Keamanan
Pengaturan Toko Online Lintas Negara dan Kawin Campur Perlu Dibahas dalam RUU HPI
RUU Hukum Perdata Internasional Perkuat Kepastian Hukum dan Perlindungan WNI di Era Global
Politik dan Keamanan
RUU Hukum Perdata Internasional Perkuat Kepastian Hukum dan Perlindungan WNI di Era Global

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1029)
  • Industri dan Pembangunan(3589)
  • Isu Lainnya(1034)
  • Kesejahteraan Rakyat(3577)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4374)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
 AIPA

Link : https://ksap.dpr.go.id/

Instagram

PODCAST

IKUTI KAMI

Tags:#RUU HPI
Sebelumnya

Yasonna Tekankan Keseimbangan antara Fleksibilitas Hukum dan Kepentingan Nasional

Selanjutnya

Muazzim Akbar Soroti Maraknya PMI Ilegal di Perbatasan Kalbar

Kembali ke Berita
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|RUU Daerah Kepulauan|RUU Perampasan Aset|BBM|MBG|UMKM|Subsidi|RUU PFII|Haji|PMI|RUU Masyarakat Adat|Polri|LKPP
Jakarta:
Sebagian Cerah
26°C
Terasa: 29°C
Lembab: 65%
Angin: 3 km/h