Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi I DPR RI di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.|Foto: Aas/Karisma
PARLEMENTARIA, Padalarang - Komisi I DPR RI menegaskan pentingnya penguatan kemampuan Kavaleri TNI Angkatan Darat (AD) agar mampu menjawab tantangan pertahanan yang terus berkembang. Hal itu disampaikan saat Komisi I DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav).
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung kesiapan personel, alutsista, serta kebutuhan satuan Kavaleri dalam mendukung tugas pertahanan negara.
Menurutnya, Komisi I DPR RI mendapatkan pemaparan mengenai kondisi terkini Kavaleri TNI AD, proyeksi pengembangan ke depan, hingga berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapsiagaan prajurit.
“Kita melihat berbagai macam peralatan yang TNI AD miliki, khususnya di Kavaleri. Kita juga melihat kemampuan dan kapasitas yang dimiliki untuk menghadapi segala macam ancaman. Selain itu dipaparkan kondisi saat ini, rencana ke depan, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Dave Laksono kepada Parlementaria usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi I DPR RI di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Selasa (02/06/2026).
Legislator Dapil Jawa Barat ini menegaskan, kesiapan Kavaleri tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika ancaman yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi I DPR RI juga mencermati pengelolaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang diperoleh melalui mekanisme serah terima (serhap). Menurut Dave, aspek pengalokasian dan pengelolaan kebutuhan satuan menjadi perhatian agar seluruh peralatan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Tentu terkait serah terima itu akan kita bahas lebih lanjut. Bagaimana TNI AD bisa mengalokasikan dan mengelola kebutuhannya sesuai dengan kondisi yang dimiliki,” katanya.
Selain aspek peralatan, Politisi Fraksi Partai Golkar ini menilai pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan juga menjadi faktor penting dalam membangun kekuatan pertahanan. Meski kurikulum pendidikan Kavaleri sudah bersifat teknis, evaluasi dan penyesuaian tetap diperlukan untuk mengantisipasi perubahan pola ancaman global.
“Kita mendengar berbagai masukan, melihat informasi yang berkembang, dan mengamati tren dunia. Semua itu harus disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.
Terkait doktrin Kavaleri TNI AD, Dave menilai Tri Daya Cakti masih relevan sebagai landasan utama pembinaan satuan. Namun, penerapannya perlu terus diselaraskan dengan perkembangan teknologi dan karakter peperangan modern.
“Doktrin Tri Daya Cakti itu tentu masih sangat relevan. Tetapi tetap perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, sementara tema utamanya tetap dipertahankan,” tegasnya.
Melalui kunjungan ini, Komisi I DPR RI berharap modernisasi alutsista, peningkatan kualitas pendidikan, serta penyempurnaan doktrin dapat terus dilakukan guna memperkuat kesiapan Kavaleri TNI AD dalam menghadapi berbagai ancaman dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (aas/rdn)