
Anggota MKD DPR RI Mohammad Iqbal Romzi, dalam kunjungan kerja MKD ke Polres Klaten, Jawa Tengah.|Foto: Ndy/Karisma
PARLEMENTARIA, Klaten - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kode etik bagi seluruh Anggota DPR RI. Hal ini disampaikan Anggota MKD DPR RI Mohammad Iqbal Romzi di sela kunjungan kerja MKD ke Polres Klaten, Jawa Tengah, Senin (25/5/2026).
Iqbal Romzi menyampaikan bahwa kesadaran terhadap aturan internal menjadi fondasi utama dalam menjaga kehormatan lembaga DPR RI. Menurutnya, pelanggaran etik kerap berakar dari kurangnya pemahaman anggota terhadap aturan yang berlaku.
"Orang itu berbuat, bertindak, bersikap, tergantung dengan apa yang diketahui. Dan ketika umpamanya seorang anggota tidak membaca, kemudian tidak mengkaji, tidak memahami aturan internal dia sendiri, boleh jadi pura-pura salah itu," ujar Politisi Fraksi PKS ini.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa sosialisasi dan edukasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi pencegahan MKD DPR RI, di samping fungsi penindakan.
Iqbal Romzi juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi kinerja Anggota DPR RI. Hal itu bukan sebagai bentuk permusuhan, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga marwah lembaga perwakilan rakyat.
"Keterlibatan aktif masyarakat untuk mengawasi, bukan mencari celah-celah kesalahannya, tapi dalam rangka untuk mengingatkan mereka hal yang sangat penting. Kita ini disadarkan kadang-kadang oleh kawan," tuturnya.
Ia berharap seluruh Anggota DPR RI dapat menjadikan kode etik sebagai pedoman dalam setiap sikap dan tindakan, baik di dalam maupun di luar gedung parlemen.
"Kehormatan bagaikan cahaya. Kalau dipelihara dia bersinar, tapi kalau dilanggar dia akan menjadi pudar. Tugas kita bagaimana kita menyalakan semangat itu, menyalakan pengawasan itu, sehingga lembaga ini bisa baik," pungkasnya. (ndy/rdn)