E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Prolegnas|RUU Desain Industri|UU PDP|RUU Prioritas|BUMD|Aspirasi|Undang- Undang Perlindungan Data Pribadi|SNI
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 64%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Prolegnas|RUU Desain Industri|UU PDP|RUU Prioritas|BUMD|Aspirasi|Undang- Undang Perlindungan Data Pribadi|SNI
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 64%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Prolegnas|RUU Desain Industri|UU PDP|RUU Prioritas|BUMD|Aspirasi|Undang- Undang Perlindungan Data Pribadi|SNI
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 64%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Masih Tergantung Infrastruktur Asing, Pemerintah Harus Perkuat Kedaulatan Digital Nasional

Diterbitkan
Selasa, 26 Mei 2026 13.56 WIB
Bagikan:
Masih Tergantung Infrastruktur Asing, Pemerintah Harus Perkuat Kedaulatan Digital Nasional

Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, dalam RDPU Panja Ruang Digital Komisi I dengan Pakar dan Akademisi, dalam rapat yang berlangsung di Nusantara II, Senayan, Jakarta.|Foto: Arief/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Penguatan pusat data, cloud nasional, dan ekosistem teknologi domestik dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Pemerintah pun didorong untuk bisa menyiapkan arah kebijakan digital nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

 

Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan menilai Indonesia masih menghadapi ketertinggalan yang cukup jauh dalam pengembangan teknologi dan riset digital. Menurutnya, kondisi tersebut membuat Indonesia masih sangat bergantung pada teknologi dan infrastruktur digital asing.

Lihat Juga :

Pemerintah Harus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Primer pada Eliminasi TBC 2030

Pemerintah Harus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Primer pada Eliminasi TBC 2030

Pemerintah Harus Perkuat Regulasi dan Pengawasan Produk Makanan Impor

Pemerintah Harus Perkuat Regulasi dan Pengawasan Produk Makanan Impor

 

“Kita Indonesia hari ini secara kondisi yang real sudah sangat jauh tertinggal. Baik di dalam teknologinya, baik di dalam risetnya. Kita baru riset 40 miliar, sementara negara lain sudah berkali-kali lipat lebih besar,” ujar Junico dalam RDPU Panja Ruang Digital Komisi I dengan Pakar dan Akademisi, dalam rapat yang berlangsung di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). 

 

Ia S menjelaskan, tantangan kedaulatan digital tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi AI, tetapi juga menyangkut penguasaan data, model digital, hingga layanan cloud nasional. Menurutnya, Indonesia perlu mulai memperkuat fondasi digital dasar sebelum berbicara lebih jauh mengenai persaingan teknologi global.

 

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu pun menyoroti pentingnya membangun pusat data nasional yang lebih mandiri, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap perangkat dan layanan asing. Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi tahap awal untuk memperkuat kemandirian digital Indonesia.

 

“Bagaimana kita bisa punya kedaulatan digital? Paling tidak kita bisa punya data sendiri dan mengurangi ketergantungan pada model maupun cloud asing,” katanya.

 

Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya pengembangan platform digital nasional. Menurutnya, sejumlah negara seperti Korea Selatan, India, hingga Turki telah memiliki platform digital domestik sendiri, sementara Indonesia dinilai belum memiliki arah yang kuat untuk membangun ekosistem serupa.

 

Ia menilai minimnya investasi riset dan belum kuatnya political will menjadi salah satu penyebab lambatnya pengembangan teknologi nasional. Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat Indonesia berisiko terus menjadi pasar besar bagi perkembangan teknologi global tanpa memiliki kekuatan digital yang mandiri.

 

“Kalau kita tidak serius berinvestasi dalam riset dan pengembangan teknologi, semakin lama kita akan semakin tertinggal dan hanya menjadi pasar bagi perkembangan teknologi dunia,” pungkasnya. (ujm/rdn)

Berita terkait

Pemerintah Harus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Primer pada Eliminasi TBC 2030
Kesejahteraan Rakyat
Pemerintah Harus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Primer pada Eliminasi TBC 2030
Pemerintah Harus Perkuat Regulasi dan Pengawasan Produk Makanan Impor
Politik dan Keamanan
Pemerintah Harus Perkuat Regulasi dan Pengawasan Produk Makanan Impor
Geopolitik Memanas, Indonesia Harus Perkuat Kedaulatan dan Pertahankan Prinsip Bebas Aktif
Politik dan Keamanan
Geopolitik Memanas, Indonesia Harus Perkuat Kedaulatan dan Pertahankan Prinsip Bebas Aktif
Tags:#AI#Ruang Digital
Sebelumnya

Optimalisasi Sumur Idle dan Penyederhanaan Regulasi untuk Dongkrak Lifting Migas Nasional

Selanjutnya

Masalah Keterlambatan Bus dan Distribusi Konsumsi Selalu Berulang, Harusnya Belajar dari Tahun Sebelumnya

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(852)
  • Industri dan Pembangunan(3098)
  • Isu Lainnya(1011)
  • Kesejahteraan Rakyat(3099)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3756)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Prolegnas|RUU Desain Industri|UU PDP|RUU Prioritas|BUMD|Aspirasi|Undang- Undang Perlindungan Data Pribadi|SNI
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 37°C
Lembab: 64%
Angin: 7 km/h