
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam agenda Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Arifman/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi capaian kinerja Kementerian UMKM RI pada Semester I Tahun 2026, khususnya dalam program graduasi UMKM dan peningkatan jumlah debitur baru. Meski demikian, ia meminta pemerintah memperjelas rincian penggunaan anggaran di setiap kedeputian agar fungsi pengawasan DPR dapat berjalan lebih optimal.
Menurut Saleh, paparan Menteri UMKM RI dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI telah disampaikan cukup detail. Namun, ia menilai penjelasan yang diberikan masih lebih banyak berfokus pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pengawasan terhadap bank penyalur, sementara rincian penggunaan anggaran internal kementerian belum dijelaskan secara menyeluruh.
“Ya, sudah memberikan paparan yang saya kira cukup detail ya, tetapi yang saya lihat yang cukup detail yang dipaparkan ini lebih fokus pada KUR yang katakan lebih luar kementerian,” ujar Saleh dalam agenda Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Lebih lanjut, ia menilai penjelasan rinci terkait realisasi anggaran setiap deputi penting disampaikan agar DPR dapat mengetahui arah pelaksanaan program dan kegiatan yang dijalankan masing-masing unit kerja. Dirinya mencontohkan serapan anggaran Deputi Bidang Usaha Mikro sebesar 28,6 persen yang menurutnya perlu dijabarkan lebih detail.
“Nah, yang 28,6 persen ini mungkin perlu dijelaskan, ada mungkin beli kertas, beli buku, beli apa, beli apa. Supaya kita bisa lihat ini, sebetulnya masing-masing kedeputian ini mengerjakan apa saja,” katanya.
Selain itu, Saleh juga menyoroti besarnya serapan anggaran pada Deputi Bidang Usaha Kecil yang mencapai 47,7 persen. Menurutnya, penjelasan detail diperlukan agar DPR dapat memahami alasan perbedaan kebutuhan dan fokus program di tiap deputi.
“Kalau ada penjelasan terkait ini kita akan bisa melihat mengapa misalnya Pak Damanik minta pindah dari mikro ke kewirausahaan. Padahal sebetulnya mikro lebih besar daripada kewirausahaan itu loh, kalau dari sisi presentasi. Tapi kan kalau tidak dijelaskan kita nggak ngerti apa yang ada di dalam sini,” lanjut Politisi Fraksi PAN itu.
Meski meminta pendalaman terhadap penggunaan anggaran, ia tetap memberikan apresiasi terhadap capaian Kementerian UMKM RI yang dinilai menunjukkan peningkatan signifikan. Maka dari itu, ia menegaskan, capaian tersebut selaras dengan target Presiden dalam memperkuat sektor UMKM nasional.
“Ya tentu tadi apa yang disampaikan tentu kita apresiasi kinerja dari UMKM ini sekiranya kalau ditongkrongin begini ini naik terus ini insya Allah. Saya lihat apa termasuk graduasi dan juga debitur baru saya lihat ada peningkatan yang luar biasa signifikan. Dan itu sebetulnya target dan sasaran dari Presiden,” pungkasnya. (hal/um)