E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
energi|RUU Masyarakat Hukum Adat|Reses|Pendidikan|pangan|Haji|timwas haji|Transportasi|BBM|Subsidi|Duka Cita|Kekerasan Seksual|kecelakaan
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
energi|RUU Masyarakat Hukum Adat|Reses|Pendidikan|pangan|Haji|timwas haji|Transportasi|BBM|Subsidi|Duka Cita|Kekerasan Seksual|kecelakaan
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
energi|RUU Masyarakat Hukum Adat|Reses|Pendidikan|pangan|Haji|timwas haji|Transportasi|BBM|Subsidi|Duka Cita|Kekerasan Seksual|kecelakaan
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Andi Yuliani Paris: Ekonomi Tumbuh 5,6% Harus Diikuti Pemerataan di Daerah

Diterbitkan
Jumat, 8 Mei 2026 15.23 WIB
Bagikan:
Andi Yuliani Paris: Ekonomi Tumbuh 5,6% Harus Diikuti Pemerataan di Daerah

Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.| Foto: Tasya/Mahendra

PARLEMENTARIA, Pontianak – Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris merespons capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menembus angka 5,6 persen pada kuartal awal tahun 2026 yang perlu terus dijaga dan dipantau secara berkelanjutan. Menurutnya, capaian tersebut dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat pasca-Lebaran terhadap sejumlah kebutuhan konsumsi. 

 

“Itu kan baru kuartal awal setelah lebaran. Jadi mungkin seasonal. Kita harus lihat lagi di kuartal berikutnya. Sangat berpengaruh kemarin dengan permintaan yang cukup tinggi terhadap bahan konsumsi makanan, emas, dan lain-lain. Itu sangat berpengaruh,” ujar Andi usai menghadiri pertemuan dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, BPK Kalimantan Barat, dan BPDP dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (7/5/2026).

Lihat Juga :

Banyak Pembangunan di Daerah, Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Jangan Terpusat di Jawa dan Sumatera

Banyak Pembangunan di Daerah, Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Jangan Terpusat di Jawa dan Sumatera

Bank Jateng Harus Jadi Pilar Utama Ekonomi Daerah

Bank Jateng Harus Jadi Pilar Utama Ekonomi Daerah

 

Legislator Fraksi PAN tersebut menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen hanya dapat tercapai apabila seluruh provinsi juga mampu mencatatkan pertumbuhan yang optimal. Di sisi lain, pengendalian inflasi di daerah dinilai penting untuj dijaga agar tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.

 

“Nah tentunya kita harus terus pantau sehingga inflasi ini tidak tinggi. Jangan lebih dari 3%. Tapi itu secara nasional. Pemerintah juga harus mengawasi inflasi di masing-masing kabupaten, kota. Kenapa? Kalau kita ingin pertumbuhan di atas 5%, berarti seluruh provinsi juga harus tumbuh secara 5%. Harus ada upaya-upaya, intervensi-intervensi dan inovasi untuk daerah-daerah yang pertumbuhannya masih sekitar 3%,” jelas Andi Yuliani.

 

Andi juga mengingatkan agar pemerintah tidak menerapkan kebijakan yang bersifat seragam di seluruh wilayah. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik, target pertumbuhan, serta potensi ekonomi yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan dan intervensi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Karena itu, ia mendorong optimalisasi potensi daerah melalui dukungan APBN yang tepat sasaran guna memperkuat pengembangan ekonomi lokal.

 

“Pemerintah harus melakukan upaya itu tidak secara nasional, tapi harus melihat lokal ke lokal. Kabupaten ke kabupaten, kota ke kota. Sehingga tahu untuk kota A mungkin tidak bisa disamakan intervensi pemerintah dalam hal ini dengan kota B. Karena target-target pertumbuhannya kan juga berbeda, potensinya juga berbeda. Nah tentu potensi-potensi yang dimiliki oleh daerah ini perlu dioptimalkan dengan baik oleh pemerintah.” pungkasnya. (nap/aha)

Berita terkait

Banyak Pembangunan di Daerah, Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Jangan Terpusat di Jawa dan Sumatera
Ekonomi dan Keuangan
Banyak Pembangunan di Daerah, Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi Jangan Terpusat di Jawa dan Sumatera
Bank Jateng Harus Jadi Pilar Utama Ekonomi Daerah
Politik dan Keamanan
Bank Jateng Harus Jadi Pilar Utama Ekonomi Daerah
Pemerataan Akses Listrik Harus Terjadi di Seluruh Indonesia
Industri dan Pembangunan
Pemerataan Akses Listrik Harus Terjadi di Seluruh Indonesia
Sebelumnya

Susun RUU Masyarakat Adat, Baleg DPR RI Serap Aspirasi 'Meaningful Participation' di Bali

Selanjutnya

Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(805)
  • Industri dan Pembangunan(2998)
  • Isu Lainnya(1004)
  • Kesejahteraan Rakyat(2900)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3617)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
energi|RUU Masyarakat Hukum Adat|Reses|Pendidikan|pangan|Haji|timwas haji|Transportasi|BBM|Subsidi|Duka Cita|Kekerasan Seksual|kecelakaan
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 9 km/h