E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Pendidikan|Pariwisata|KRL|Dukacita|Kereta Api|Parlemen|energi|Haji|Perempuan|perlindungan anak|daycare|Imigrasi
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Pendidikan|Pariwisata|KRL|Dukacita|Kereta Api|Parlemen|energi|Haji|Perempuan|perlindungan anak|daycare|Imigrasi
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Pendidikan|Pariwisata|KRL|Dukacita|Kereta Api|Parlemen|energi|Haji|Perempuan|perlindungan anak|daycare|Imigrasi
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Kritik Rencana Penutupan Program Studi, Pemerintah Perlu Petakan Data Serapan Lulusan

Diterbitkan
Kamis, 30 Apr 2026 15.25 WIB
Bagikan:
Kritik Rencana Penutupan Program Studi, Pemerintah Perlu Petakan Data Serapan Lulusan

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih.

PARLEMENTARIA, Jakarta - Komisi X DPR RI mengkritik keras rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang ingin menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi. Kebijakan tersebut dinilai sebagai jalan pintas yang berisiko, mengingat akar persoalan pengangguran terdidik sebenarnya terletak pada lemahnya perencanaan tenaga kerja dan penempatan profesi secara nasional.

 

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa manfaat sebuah jurusan kuliah tidak bisa diukur secara sempit dari kebutuhan industri semata. Menurutnya, kegagalan serapan kerja tidak boleh serta-merta dibebankan sebagai kesalahan kampus.

Lihat Juga :

Cucun Ahmad Syamsurijal Dukung Implementasi Satu Data BPS untuk Program Pemerintah Lebih Presisi

Cucun Ahmad Syamsurijal Dukung Implementasi Satu Data BPS untuk Program Pemerintah Lebih Presisi

Soal Harga Sembako, Pemerintah Perlu Rencana Matang Jelang Ramadan

Soal Harga Sembako, Pemerintah Perlu Rencana Matang Jelang Ramadan

 

“Menjadikan penutupan prodi sebagai langkah cepat untuk mengatasi rendahnya serapan kerja sangat berisiko salah sasaran. Masalah pokok pendidikan tinggi kita bukan semata-mata karena terlalu banyak jurusan yang salah arah, tapi ada kegagalan perencanaan yang lebih mendasar,” kata Fikri dalam keterangan yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

 

Sebagai solusi, DPR mendesak pemerintah untuk kembali berpatokan pada instrumen Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 berbasis tracer study. Alih-alih menutup jurusan, pemerintah semestinya membedah data akurat mengenai berapa persen lulusan perguruan tinggi yang terserap di dunia kerja, melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, serta berapa persentase yang berhasil berwirausaha.

 

Berdasarkan data Laporan Kinerja (LAKIN) yang disetor ke kementerian, serapan lulusan di sejumlah perguruan tinggi sebenarnya cukup tinggi. Laporan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 2023, misalnya, mencatat capaian IKU 1 mencapai 85,25 persen, sementara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berada di angka 62,96 persen. Rata-rata serapan lulusan dari kampus yang taat pelaporan berada di rentang 60 hingga 80-an persen.

 

Di sisi lain, anomali justru terlihat pada data makro ketenagakerjaan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 2024, jumlah sarjana yang menganggur melonjak mencapai 842.378 orang, dan rasio kewirausahaan nasional masih mandek di angka 3,5 persen. Fakta ini membuktikan bahwa ada ketidakcocokan antara keterampilan lulusan dengan ketersediaan lapangan kerja bermutu yang gagal disediakan oleh negara.

 

Lebih lanjut, kritik tajam DPR ini juga dipicu oleh klaim pemerintah terkait kelebihan lulusan pendidikan guru yang disebut mencapai 490 ribu orang per tahun, sedangkan kebutuhan diklaim hanya 20 ribu. Fikri mempertanyakan validitas angka tersebut, karena data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) justru mencatat sekolah-sekolah negeri masih kekurangan sekitar 374 ribu guru.

 

"Klaim 490 ribu lulusan berbanding 20 ribu kebutuhan akan sangat menyesatkan jika tidak dijelaskan dasar perhitungannya. Menutup prodi keguruan tanpa membenahi penempatan guru di berbagai daerah justru berisiko memperburuk ketimpangan pendidikan," ungkap legislator Fraksi PKS tersebut.

 

DPR merekomendasikan agar pemerintah fokus pada keterbukaan data kebutuhan tenaga kerja, pemerataan penempatan di daerah, dan perbaikan kualitas kurikulum sebelum mengambil keputusan drastis.

 

"Wacana menutup prodi ini seharusnya dibalik. Bukan kampus yang pertama-tama harus ditanya mengapa lulusannya menganggur, tapi negaralah yang harus lebih dulu menjelaskan mengapa pembukaan lapangan kerja dan penempatan profesi tidak pernah direncanakan dengan matang," pungkas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) itu. (tn/rdn)

Berita terkait

Cucun Ahmad Syamsurijal Dukung Implementasi Satu Data BPS untuk Program Pemerintah Lebih Presisi
Industri dan Pembangunan
Cucun Ahmad Syamsurijal Dukung Implementasi Satu Data BPS untuk Program Pemerintah Lebih Presisi
Soal Harga Sembako, Pemerintah Perlu Rencana Matang Jelang Ramadan
Industri dan Pembangunan
Soal Harga Sembako, Pemerintah Perlu Rencana Matang Jelang Ramadan
Legislator Soroti Akurasi Data dalam Rencana Kerja Pemerintah 2025
Ekonomi dan Keuangan
Legislator Soroti Akurasi Data dalam Rencana Kerja Pemerintah 2025
Tags:#Pendidikan
Sebelumnya

Rajiv Apresiasi Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selanjutnya

Maman Imanul Haq Apresiasi Respons Cepat Penanganan Kecelakaan Jemaah Haji di Jabal Magnet

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(790)
  • Industri dan Pembangunan(2964)
  • Isu Lainnya(992)
  • Kesejahteraan Rakyat(2867)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3588)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(2)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Orasi Bintang Orator

https://bit.ly/FormulirLombaOrasiBintangOrator?r=qr

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Pendidikan|Pariwisata|KRL|Dukacita|Kereta Api|Parlemen|energi|Haji|Perempuan|perlindungan anak|daycare|Imigrasi
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 31°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h