E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Parlemen|AI|Reses|perlindungan anak|daycare|KRL|Dukacita|Pariwisata|El Nino|Ketahanan Pangan|Aspirasi|UMKM|reklamasi
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 37°C
Lembab: 75%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Parlemen|AI|Reses|perlindungan anak|daycare|KRL|Dukacita|Pariwisata|El Nino|Ketahanan Pangan|Aspirasi|UMKM|reklamasi
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 37°C
Lembab: 75%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Parlemen|AI|Reses|perlindungan anak|daycare|KRL|Dukacita|Pariwisata|El Nino|Ketahanan Pangan|Aspirasi|UMKM|reklamasi
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 37°C
Lembab: 75%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Rajiv Minta Reklamasi di Pulau Serangan Bali Dihentikan Sementara

Diterbitkan
Selasa, 28 Apr 2026 09.45 WIB
Bagikan:
Rajiv Minta Reklamasi di Pulau Serangan Bali Dihentikan Sementara

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv.

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv meminta kegiatan reklamasi di Pulau Serangan, Bali dihentikan sementara. Hal itu guna dilakukan evaluasi untuk mencegah kerusakan lebih luas serta memastikan pembangunan berjalan tanpa merusak ekosistem dan masyarakat lokal. Ia juga meminta pemerintah pusat maupun daerah mengevaluasi aktivitas reklamasi yang berlangsung hampir empat dekade di pulau tersebut.

 

"Saya minta penghentian sementara seluruh aktivitas pengembangan, reklamasi, pemadatan lahan, pembabatan vegetasi, dan penggunaan alat berat di kawasan Pulau Serangan," kata Rajiv dalam keterangan media yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Lihat Juga :

Komisi XII Pastikan pasokan BBM dan Listrik di Pulau Bali Aman Jelang Lebaran

Komisi XII Pastikan pasokan BBM dan Listrik di Pulau Bali Aman Jelang Lebaran

Junaidi Auly Minta Roadmap Pengembangan Gas Bumi di Bali Lebih Terukur

Junaidi Auly Minta Roadmap Pengembangan Gas Bumi di Bali Lebih Terukur

 

Rajiv mengatakan penghentian sementara itu dilakukan sampai seluruh dokumen perizinan, status lahan, kajian lingkungan dan kesesuaian tata ruang diperiksa secara terbuka.

 

Menurutnya, langkah penghentian sementara ini bukan bentuk anti-investasi, melainkan mekanisme kehati-hatian untuk mencegah kerusakan yang lebih luas dan memastikan bahwa pembangunan tidak berjalan dengan mengorbankan ekosistem serta masyarakat lokal.

 

Rajiv juga menyoroti reklamasi Pulau Serangan, Bali yang cukup masif dan perusakan ekosistem mangrove. Karena selama puluhan tahun, reklamasi berjalan telah membuat perubahan bentang alam secara drastis. Berdasarkan data spasial yang diperolehnya, sejak tahun 1985 hingga 2024, akibat reklamasi pantai Pulau Serangan, luasnya kini meningkat dari 169,64 hektare menjadi 600,96 hektare.

 

"Sepanjang hampir 4 dekade, luas pulau serangan telah bertambah 431,32 hektare. Artinya, kalau di rata-rata setiap tahun serangan bertambah luas 10 hektare," ungkap Politisi Fraksi Partai NasDem itu.

 

Rajiv mengatakan Pulau Serangan dahulunya merupakan pulau kecil dengan fungsi ekologi, sosial, budaya dan ekonomi masyarakat pesisir, kini telah mengalami perubahan bentang alam secara drastis akibat reklamasi.



“Masalah utama dari reklamasi Pulau Serangan bukan semata-mata bertambahnya daratan, tetapi hilangnya fungsi ekologis ruang pesisir yang sebelumnya menopang kehidupan masyarakat lokal," katanya.

 

Ia mengungkapkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat bahwa kebijakan reklamasi di pantai Pulau Serangan menimbulkan dampak negatif berupa abrasi pantai, kehilangan atau kerusakan ekosistem, serta konflik sosial akibat hilangnya mata pencaharian dan persoalan pembebasan tanah.



"Ada kajian akademik peneliti dari UGM yang menemukan dampak reklamasi bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh hak hidup masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada laut, mangrove, dan ruang tangkap tradisional," ujarnya.

 

Rajiv juga mengungkapkan dampak ekologi berupa abrasi dan gangguan ekosistem penyu serta kerusakan terumbu karang pascareklamasi. Menurutnya, situasi tersebut semakin menjadi serius setelah ada masyarakat tempatan yang mengadu yang menunjukkan adanya dugaan pembabatan mangrove dan pemadatan lahan di Teluk Lebangan, Pulau Serangan.

 

"Keluhan warga lokal semakin memperjelas hilangnya ruang hidup masyarakat pesisir reklamasi Pulau Serangan membutuhkan tindakan korektif, bukan sekedar proyek pembangunan pariwisata biasa," kata Rajiv.

 

Maka dari itu ia menegaskan, status kawasan ekonomi khusus (KEK) tidak boleh menjadi pembenaran untuk mengabaikan perlindungan lingkungan, hak masyarakat lokal, dan prinsip tata ruang yang berkelanjutan. Rajiv menilai investasi harus tunduk pada daya dukung lingkungan, bukan sebaliknya sehingga tindakan tegas perlu segera dilakukan.

 

"Pemerintah daerah, DPRD Bali, BPN, aparat penegak hukum, dan instansi lingkungan hidup perlu mengevaluasi aktivitas reklamasi Pulau Serangan Bali," ujarnya. (hal/rdn)

Berita terkait

Komisi XII Pastikan pasokan BBM dan Listrik di Pulau Bali Aman Jelang Lebaran
Industri dan Pembangunan
Komisi XII Pastikan pasokan BBM dan Listrik di Pulau Bali Aman Jelang Lebaran
Junaidi Auly Minta Roadmap Pengembangan Gas Bumi di Bali Lebih Terukur
Industri dan Pembangunan
Junaidi Auly Minta Roadmap Pengembangan Gas Bumi di Bali Lebih Terukur
Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Bali Dapat Jadi Contoh Provinsi Lainnya
Kesejahteraan Rakyat
Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Bali Dapat Jadi Contoh Provinsi Lainnya
Tags:#reklamasi#KEK
Sebelumnya

Komisi IV Dukung Langkah Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Ketahanan Pangan

Selanjutnya

Sektor Pariwisata dan UMKM Berperan Penting sebagai Penggerak Ekonomi di Sulut

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(789)
  • Industri dan Pembangunan(2947)
  • Isu Lainnya(991)
  • Kesejahteraan Rakyat(2857)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3576)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(2)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Orasi Bintang Orator

https://bit.ly/FormulirLombaOrasiBintangOrator?r=qr

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Parlemen|AI|Reses|perlindungan anak|daycare|KRL|Dukacita|Pariwisata|El Nino|Ketahanan Pangan|Aspirasi|UMKM|reklamasi
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 37°C
Lembab: 75%
Angin: 6 km/h