E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
MKD|BAKN|Imron Amin|Komisi III|Komisi VI|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi V|Ketua DPR|Pansus|Kemenhub|Anggaran|industri
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 61%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
MKD|BAKN|Imron Amin|Komisi III|Komisi VI|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi V|Ketua DPR|Pansus|Kemenhub|Anggaran|industri
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 61%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
MKD|BAKN|Imron Amin|Komisi III|Komisi VI|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi V|Ketua DPR|Pansus|Kemenhub|Anggaran|industri
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 61%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Legislator Usul Dukcapil Ambil Peran Utama Koordinasi Satu Data Nasional

Diterbitkan
Senin, 20 Apr 2026 22.48 WIB
Bagikan:
Legislator Usul Dukcapil Ambil Peran Utama Koordinasi Satu Data Nasional

Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus dalam rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.|Foto : Mu/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, menekankan pentingnya percepatan integrasi data nasional melalui sistem satu data yang terpusat. Ia menilai selama ini pengelolaan data masih berjalan sendiri-sendiri di tiap lembaga, tanpa koordinasi yang jelas. Kondisi tersebut dinilai menghambat efektivitas layanan publik sekaligus membebani anggaran negara.


Dalam Raker dan RDP Komisi II bersama Kemendagri dan Dirjen Dukcapil, Deddy menegaskan agar pemerintah segera menunjuk satu institusi sebagai pengelola utama data nasional. Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dinilai paling relevan karena telah memiliki basis data kependudukan yang luas. 


“Integrasi ini dinilai penting agar seluruh kebutuhan data lintas sektor dapat terhubung dan digunakan secara optimal. Presiden harus bilang, Dukcapil yang pegang data. Silahkan yang lain koordinasikan pendataan," ujar Deddy dalam rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara, Senayan,  Jakarta, Senin (20/4/2026). 

Lihat Juga :

Peran BSDI dan Produsen Data dalam RUU Satu Data Indonesia

Peran BSDI dan Produsen Data dalam RUU Satu Data Indonesia

Delapan Fraksi Sepakat RUU Satu Data Indonesia Jadi Usul DPR RI

Delapan Fraksi Sepakat RUU Satu Data Indonesia Jadi Usul DPR RI


Selain itu, legislator dari Fraksi PDIP ini juga menyoroti praktik duplikasi pengumpulan data oleh berbagai lembaga negara yang dinilainya berujung pada pemborosan anggaran. Sejumlah institusi seperti KPU, BPJS, hingga kementerian teknis disebut masih membangun sistem data masing-masing, meskipun data dasar kependudukan sebenarnya sudah tersedia.


Hal ini, kata Deddy, tidak hanya menciptakan inefisiensi, tetapi juga memperbesar potensi ketidaksinkronan data. Belum lagi, Deddy mengkritik kuatnya ego sektoral antarinstansi yang lebih mementingkan kewenangan dibanding tanggung jawab pelayanan publik. 


Menurutnya, kondisi ini menyebabkan redundansi sistem yang terus berulang, bahkan membuka celah praktik tidak sehat dalam pengelolaan anggaran dan kewenangan.


““Semua pihak berebut kewenangan dan urusan, yang pada akhirnya membuka celah praktik kickback. Ini yang kerap menjadi persoalan. Redundansi terus terjadi, dan untuk urusan data saja, triliunan rupiah terbuang setiap tahun,” tegasnya.


Di sisi lain, ia juga menyoroti masih rumitnya layanan administrasi kependudukan yang dirasakan masyarakat. Meski telah memiliki KTP, warga kerap diminta melengkapi berbagai dokumen tambahan seperti kartu keluarga atau akta kelahiran. 


"Hal ini bertentangan dengan prinsip kemudahan layanan publik yang seharusnya bisa diwujudkan melalui sistem data terintegrasi," pungkasnya. (ujm/aha)

Berita terkait

Peran BSDI dan Produsen Data dalam RUU Satu Data Indonesia
Politik dan Keamanan
Peran BSDI dan Produsen Data dalam RUU Satu Data Indonesia
Delapan Fraksi Sepakat RUU Satu Data Indonesia Jadi Usul DPR RI
Kesejahteraan Rakyat
Delapan Fraksi Sepakat RUU Satu Data Indonesia Jadi Usul DPR RI
Firman Soebagyo Usul TNI jadi Produsen Data dengan Akses Terbatas dalam RUU Satu Data
Politik dan Keamanan
Firman Soebagyo Usul TNI jadi Produsen Data dengan Akses Terbatas dalam RUU Satu Data
Tags:#RUU Satu Data
Sebelumnya

Mercy Barends Tekankan Perlindungan Pihak Ketiga dalam RUU Perampasan Aset

Selanjutnya

Lemahnya Pengawasan BPOM, Pangan dan Obat Berbahaya Masih Beredar

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1154)
  • Industri dan Pembangunan(3933)
  • Isu Lainnya(1078)
  • Kesejahteraan Rakyat(3926)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4764)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#Komisi VIII#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
MKD|BAKN|Imron Amin|Komisi III|Komisi VI|Komisi VIII|Komisi VII|Komisi V|Ketua DPR|Pansus|Kemenhub|Anggaran|industri
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 61%
Angin: 10 km/h