E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|BUMN|TNI|reforma agraria|Pendidikan|energi|Kesehatan|migas|tambang|Pelecehan seksual|RUU HPI|RUU Satu Data|AI
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|BUMN|TNI|reforma agraria|Pendidikan|energi|Kesehatan|migas|tambang|Pelecehan seksual|RUU HPI|RUU Satu Data|AI
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|BUMN|TNI|reforma agraria|Pendidikan|energi|Kesehatan|migas|tambang|Pelecehan seksual|RUU HPI|RUU Satu Data|AI
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Netty Minta Perbaikan Data DTSEN dan Kemudahan Reaktivasi Peserta JKN

Diterbitkan
Kamis, 16 Apr 2026 11.06 WIB
Bagikan:
Netty Minta Perbaikan Data DTSEN dan Kemudahan Reaktivasi Peserta JKN

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani Aher dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, Kepala BPS di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dinilai berpotensi merugikan masyarakat.

 

Karena itu, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani Aher menekankan perlunya perbaikan sistem data serta kemudahan mekanisme reaktivasi agar masyarakat tetap terlindungi dalam mengakses layanan kesehatan.

Lihat Juga :

Zainul Munasichin Dorong Sinkronisasi Data DTSEN untuk Perbaikan Layanan JKN di Riau

Zainul Munasichin Dorong Sinkronisasi Data DTSEN untuk Perbaikan Layanan JKN di Riau

Edy Wuryanto Minta Pemerintah Proaktif Lakukan Reaktivasi Data PBI JKN

Edy Wuryanto Minta Pemerintah Proaktif Lakukan Reaktivasi Data PBI JKN

 

Hal tersebut disampaikan Netty dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, Kepala BPS, serta jajaran terkait lainnya di Ruang Rapat Komisi IX, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026)

 

Netty mengungkapkan, pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan secara berkala berpotensi menyebabkan perubahan status kepesertaan secara tiba-tiba. Menurutnya, kondisi ini membuat masyarakat bisa saja tidak lagi terdaftar sebagai peserta PBI JKN tanpa disadari.

 

“Kalau data diperbarui secara berkala dan bersifat dinamis, maka kejadian seperti ini sangat mungkin berulang. Masyarakat bisa tiba-tiba bergeser dari desil 1–5 ke desil yang lebih tinggi dan kehilangan status PBI,” ujar Netty.

 

Ia juga menyoroti minimnya pemahaman masyarakat terhadap perubahan status tersebut. Banyak peserta, lanjutnya, baru mengetahui status nonaktif ketika membutuhkan layanan kesehatan.

 

“Banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa statusnya sudah nonaktif. Ini berbahaya, karena mereka baru tahu saat membutuhkan layanan kesehatan,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.


Dalam rapat tersebut, Komisi IX juga menyoroti data penonaktifan sekitar 11 juta peserta PBI JKN. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 2,1 juta peserta yang kembali aktif, sementara sekitar 8,8 juta lainnya masih berstatus nonaktif. Kondisi ini dinilai menunjukkan perlunya percepatan penanganan dan perbaikan sistem.

 

Selain itu, Netty mengkritisi mekanisme reaktivasi yang dinilai masih menyulitkan masyarakat. Ia mengungkapkan adanya keluhan dari daerah terkait proses yang berbelit dan memerlukan tahapan administratif yang panjang.


"Di lapangan, masyarakat harus bolak-balik dari fasilitas kesehatan ke puskesmas, lalu ke kelurahan dan dinas sosial. Ini menunjukkan bahwa mekanisme reaktivasi belum sederhana dan belum seragam,” jelasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) reaktivasi yang berlaku secara nasional, sehingga tidak terjadi perbedaan mekanisme antar daerah.

 

Lebih lanjut, Netty mempertanyakan pendekatan DTSEN yang dinilai masih berfokus pada aspek ekonomi, tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan, khususnya bagi penderita penyakit katastropik.

 

“Ketika seseorang mengalami penyakit katastropik, seberapapun kondisi ekonominya bisa jatuh menjadi miskin. Ini yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan,” ujarnya.

 

Selain itu, ia juga menyoroti penetapan kuota PBI JKN sebesar 96,8 juta peserta yang dinilai perlu dikaji ulang. Menurutnya, angka tersebut harus disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat di lapangan, terutama bagi kelompok rentan seperti pekerja informal dan masyarakat mendekati garis kemiskinan.

 

Komisi IX DPR RI pun mendorong pemerintah untuk memperkuat integrasi data, meningkatkan akurasi DTSEN, serta memastikan kemudahan akses reaktivasi bagi masyarakat. Langkah ini dinilai penting guna menjamin keberlanjutan layanan kesehatan bagi seluruh peserta JKN, khususnya kelompok rentan (bit/rdn)

Berita terkait

Zainul Munasichin Dorong Sinkronisasi Data DTSEN untuk Perbaikan Layanan JKN di Riau
Kesejahteraan Rakyat
Zainul Munasichin Dorong Sinkronisasi Data DTSEN untuk Perbaikan Layanan JKN di Riau
Edy Wuryanto Minta Pemerintah Proaktif Lakukan Reaktivasi Data PBI JKN
Kesejahteraan Rakyat
Edy Wuryanto Minta Pemerintah Proaktif Lakukan Reaktivasi Data PBI JKN
Selenggarakan FGD, Komisi X Minta Perbaikan Alokasi dan Distribusi Anggaran Pendidikan 20 Persen
Kesejahteraan Rakyat
Selenggarakan FGD, Komisi X Minta Perbaikan Alokasi dan Distribusi Anggaran Pendidikan 20 Persen
Tags:#Kesehatan
Sebelumnya

Baleg Lanjutkan Pembahasan RUU Satu Data Indonesia, Fokus Perkuat Kelembagaan BSDI

Selanjutnya

Tutup Kesenjangan Kepesertaan JKN, Skema Pembagian Peran Pusat dan Daerah Harus Jelas

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(781)
  • Industri dan Pembangunan(2871)
  • Isu Lainnya(984)
  • Kesejahteraan Rakyat(2735)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3456)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Orasi Bintang Orator

https://bit.ly/FormulirLombaOrasiBintangOrator?r=qr

Dampak Konflik AS-ISRAEL VS IRAN

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
industri|BUMN|TNI|reforma agraria|Pendidikan|energi|Kesehatan|migas|tambang|Pelecehan seksual|RUU HPI|RUU Satu Data|AI
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 66%
Angin: 12 km/h