E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi IX|Kesehatan|Bencana|NTT|Komisi X|Tenaga Kesehatan|Nihayatul Wafiroh|Charles Honoris|Komisi VII|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|bantuan|UMKM
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 56%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi IX|Kesehatan|Bencana|NTT|Komisi X|Tenaga Kesehatan|Nihayatul Wafiroh|Charles Honoris|Komisi VII|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|bantuan|UMKM
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 56%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi IX|Kesehatan|Bencana|NTT|Komisi X|Tenaga Kesehatan|Nihayatul Wafiroh|Charles Honoris|Komisi VII|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|bantuan|UMKM
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 56%
Angin: 13 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Perlu Perkuat Teknokrasi di KSP Demi Kawal Program Prioritas Negara

Diterbitkan
Selasa, 14 Apr 2026 16.00 WIB
Bagikan:
Perlu Perkuat Teknokrasi di KSP Demi Kawal Program Prioritas Negara

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama KSP, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.|Foto: Runi/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira kembali menekankan pentingnya penguatan aspek teknokrasi di tubuh Kantor Staf Presiden (KSP) untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program-program prioritas pemerintah. Pasalnya, penempatan sumber daya manusia dengan kapasitas teknokratis yang memadai menjadi kunci keberhasilan kebijakan Presiden di lapangan.

 

“Yang berikut yang berkaitan, yang Pak Kepala sendiri sampaikan tadi soal teknokrasi. Ini sebenarnya dari awal, saya kira Pak Kepala bicara saja dengan Pak Presiden. Kalau kita problemnya teknokrasi, cari orang-orang teknokrat yang mampu untuk melaksanakan program-program itu,” ujar Andreas dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama KSP, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026),

Lihat Juga :

Perkuat Teknokrasi KSP untuk Kawal Program Prioritas

Perkuat Teknokrasi KSP untuk Kawal Program Prioritas

Kawal Program Listrik Desa di Papua Barat, Demi Pemerataan Energi Nasional

Kawal Program Listrik Desa di Papua Barat, Demi Pemerataan Energi Nasional

 

Ia mengingatkan agar kebijakan strategis tidak diisi oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi teknis yang memadai, karena berpotensi menghambat implementasi program di lapangan. “Program-program kebijakan Presiden ini jangan sampai orang yang tidak mempunyai kemampuan teknokrasi kemudian ditempatkan di kebijakan-kebijakan yang membutuhkan kemampuan teknokrasi yang tinggi,” tegasnya.

 

Sebagai contoh, Andreas menyoroti isu pengembangan energi panas bumi (geotermal) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Flores, yang saat ini memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. “Ini kami lihat juga, misalnya di dapil saya, satu isu yang sedang sangat kuat di NTT dan di Flores khususnya itu soal geotermal. Banyak orang yang bicara soal geotermal ini tidak mengerti barang itu bagaimana. Jadi akhirnya asal tolak, ada yang asal tolak, saling pro kontra yang tidak produktif,” ungkapnya.

 

Menurutnya, minimnya pemahaman teknis di ruang publik turut memicu polemik yang tidak konstruktif, padahal program tersebut berpotensi menjadi kebijakan strategis bagi pembangunan energi nasional. “Sementara ini menurut saya suatu hal yang seharusnya penting menjadi kebijakan, karena bukan teknokrat yang bicara di situ,” tambahnya.

 

Oleh karena itu, Andreas mendorong KSP sebagai “mata dan telinga Presiden” agar dapat berperan lebih aktif dalam menjembatani persoalan tersebut, sekaligus memastikan komunikasi kebijakan berbasis data dan keahlian teknis.

 

“KSP bisa menjadi penyambung, penghubung untuk mengatasi bottleneck seperti yang tadi disampaikan, sehingga program pemerintah dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” pungkasnya. (RR/um)

Berita terkait

Perkuat Teknokrasi KSP untuk Kawal Program Prioritas
Politik dan Keamanan
Perkuat Teknokrasi KSP untuk Kawal Program Prioritas
Kawal Program Listrik Desa di Papua Barat, Demi Pemerataan Energi Nasional
Industri dan Pembangunan
Kawal Program Listrik Desa di Papua Barat, Demi Pemerataan Energi Nasional
Tinjau Pemusnahan di Balai Karantina Sumut, Ahmad Yohan: Fasilitas Perlu di Perkuat
Industri dan Pembangunan
Tinjau Pemusnahan di Balai Karantina Sumut, Ahmad Yohan: Fasilitas Perlu di Perkuat
Tags:#program prioritas
Sebelumnya

RUU Migas Anyar Digodok, Jawab Tantangan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

Selanjutnya

Harga Plastik Melonjak, Tekanan Berat bagi UMKM & Ekonomi Kreatif

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1127)
  • Industri dan Pembangunan(3820)
  • Isu Lainnya(1067)
  • Kesejahteraan Rakyat(3852)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4687)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Komisi IX|Kesehatan|Bencana|NTT|Komisi X|Tenaga Kesehatan|Nihayatul Wafiroh|Charles Honoris|Komisi VII|Pendidikan|RUU Perampasan Aset|bantuan|UMKM
Jakarta:
Berawan
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 56%
Angin: 13 km/h