E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Aprozi Alam: Perhatian Pemerintah terhadap Pendidikan Islam Masih Timpang

Diterbitkan
Senin, 13 Apr 2026 11.02 WIB
Bagikan:
Aprozi Alam: Perhatian Pemerintah terhadap Pendidikan Islam Masih Timpang

Anggota Komisi VIII DPR RI, Aprozi Alam, saat memimpin kunjungan kerja Komisi VIII ke Pondok Pesantren Syeikh Zainuddin Nahdlatul Wathan, di Lombok Timur, Provinsi NTB.|Foto: Eki/Mahendra

PARLEMENTARIA, Lombok Timur – Pemerintah dinilai perlu segera memberikan pengakuan dan dukungan konkret terhadap institusi pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan Islam, di Indonesia. Sebab, kondisi pendidikan Islam tersebut masih mengalami ketimpangan perhatian, khususnya dalam hal pendanaan di tingkat daerah.

 

Hal itu sebagaimana disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Aprozi Alam, saat memimpin kunjungan kerja Komisi VIII ke Pondok Pesantren Syeikh Zainuddin Nahdlatul Wathan, di Lombok Timur, Provinsi NTB, Jumat (10/4/2026).

Lihat Juga :

NTB Butuh Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat Guna Menunjang Pendidikan Keagamaan Islam

NTB Butuh Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat Guna Menunjang Pendidikan Keagamaan Islam

Marwan Dasopang Kritik Ketimpangan Anggaran Pendidikan: “Ruh Pendidikan Islam Harus Dijaga”

Marwan Dasopang Kritik Ketimpangan Anggaran Pendidikan: “Ruh Pendidikan Islam Harus Dijaga”

 

Aprozi menegaskan bahwa pendidikan Islam bukan lagi sekadar institusi tradisional, melainkan garda terdepan dalam pembentukan karakter bangsa yang telah beradaptasi dengan era modern.

 

Salah satu poin krusial yang disampaikan Aprozi adalah tuntutan agar pemerintah menyamaratakan alokasi anggaran pendidikan Islam dengan pendidikan umum. Menurutnya, distribusi anggaran yang adil adalah bentuk apresiasi nyata negara terhadap peran historis pesantren.

 

"Pendidikan Islam harus mendapat porsi anggaran yang adil dan sepadan dengan pendidikan umum. Ini bukan hanya tanggung jawab Kementerian Agama, tetapi juga harus melibatkan Menteri Keuangan dan Presiden sebagai pengambil keputusan tertinggi," tegas Aprozi. 

 

Ia berharap hambatan-hambatan administratif yang membuat anggaran tersendat di daerah segera diselesaikan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh santri dan tenaga pendidik.

 

Selain isu pendanaan, Aprozi Alam membawa misi strategis mengenai penguatan kelembagaan. Mengacu pada data bahwa Indonesia memiliki kurang lebih 42.300 pondok pesantren, ia menilai beban kerja ini terlalu besar jika tidak dikelola oleh direktorat jenderal yang spesifik dan mandiri.

 

Aprozi mengapresiasi langkah Presiden yang telah menandatangani pengesahan pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren. Namun, ia mendesak agar keputusan formal tersebut segera ditindaklanjuti secara teknis.

 

"Kami meminta Kementerian Agama segera berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara untuk mengeluarkan keputusan formal. Kita butuh Ditjen yang independen dan berfokus penuh pada pengembangan serta pembinaan pesantren di seluruh pelosok negeri," jelas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

 

Aprozi menambahkan bahwa pesantren masa kini telah mampu mengintegrasikan nilai-nilai akidah dengan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan teknologi kontemporer. Oleh karena itu, dukungan pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada slogan.

 

"Dukungan pemerintah harus diterjemahkan dalam bentuk konkret: alokasi anggaran yang memadai, regulasi yang mendukung, serta kelembagaan yang kuat dan profesional. Sudah saatnya institusi vital ini mendapatkan apresiasi yang proporsional," pungkas politisi Golkar tersebut.

 

Melalui kunjungan ini, berbagai tantangan yang diidentifikasi di Pondok Pesantren Syeikh Zainuddin NW Lombok Timur akan dijadikan bahan evaluasi dan perumusan kebijakan di tingkat pusat, demi memastikan masa depan pendidikan Islam yang lebih idela dan setara. (eki/rdn)

Berita terkait

NTB Butuh Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat Guna Menunjang Pendidikan Keagamaan Islam
Kesejahteraan Rakyat
NTB Butuh Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat Guna Menunjang Pendidikan Keagamaan Islam
Marwan Dasopang Kritik Ketimpangan Anggaran Pendidikan: “Ruh Pendidikan Islam Harus Dijaga”
Kesejahteraan Rakyat
Marwan Dasopang Kritik Ketimpangan Anggaran Pendidikan: “Ruh Pendidikan Islam Harus Dijaga”
Komisi VIII Dorong Pemerataan Mutu dan Transformasi Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia
Kesejahteraan Rakyat
Komisi VIII Dorong Pemerataan Mutu dan Transformasi Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia
Tags:#Pendidikan
Sebelumnya

Bukan Lagi Sekadar Pilihan, Transformasi Digital Jadi Infrastruktur Strategis Penentu Arah Kebijakan

Selanjutnya

Komisi VIII Apresiasi Pemprov Alokasikan APBD Lebih dari Rp40 Miliar untuk Calhaj Asal Jambi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(853)
  • Industri dan Pembangunan(3107)
  • Isu Lainnya(1014)
  • Kesejahteraan Rakyat(3121)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3770)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|Armuzna|Petugas Haji|UMKM|Imigrasi|Iduladha|Pariwisata|RUU Satu Data|statistik|BUMN|Prolegnas|Budaya
Jakarta:
Cerah
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 52%
Angin: 5 km/h