Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyo Riyo Sudibyo dalam Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke Studio Alam Gamplong, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
PARLEMENTARIA, Sleman - Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyo Riyo Sudibyo, menilai Studio Alam Gamplong, Yogyakarta memiliki potensi besar di bidang seni, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Potensi ini sekaligus membuka pandangannya terhadap kekuatan ekonomi kreatif berbasis desa yang berkembang secara mandiri sejak 2016. Tak berlebihan jika Ia menyebutnya sebagai “mutiara tersembunyi” atau hidden gem.
“Jujur, saya seperti menemukan sebuah mutiara yang luar biasa. Ini ada di sebuah kampung yang sebelumnya hanya saya dengar sekilas, tapi ternyata potensinya sangat besar dan masih eksis sampai sekarang,” ujar Yoyo kepada Parlementaria dalam Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke Studio Alam Gamplong, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (2/4/2026).
Yoyo juga mengapresiasi perjuangan pelaku industri kreatif di bidang film seperti Hanung Bramantyo dan pengelola lokal Desa Glampong, Bagor yang dinilainya telah berhasil membangun, mempertahankan, dan mengembangkan kawasan tersebut dengan komitmen tinggi.
“Jarang ada orang yang mau mengembangkan potensi desa dengan ikhlas seperti ini, bukan untuk kepentingan politik atau keuntungan semata, tetapi untuk seni, pendidikan, dan masyarakat,” katanya.
Namun demikian, Yoyo menyoroti minimnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan Studio Alam Gamplong, terutama dari sisi infrastruktur. Ia menilai, pemerintah seharusnya lebih aktif mendukung potensi yang ada.
“Ini seharusnya jadi perhatian pemerintah daerah dan provinsi. Potensinya luar biasa, tapi kalau tidak dibantu, sayang sekali,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem ini.
Salah satu temuan di lapangan, lanjut Yoyo, adalah kondisi akses jalan menuju lokasi yang masih menjadi keluhan pengunjung. Bahkan, menurutnya, terdapat inisiatif swadaya dari pengelola untuk memperbaiki jalan tersebut.
Menanggapi hal ini, ia mendorong pengelola untuk lebih proaktif berkomunikasi dengan pemerintah. Ia juga menyatakan kesiapan pribadi untuk menjadi penghubung antara pengelola dan pemerintah.
“Kalau butuh penghubung ke pemerintah, saya siap membantu. Jangan ragu untuk menyampaikan kebutuhan,”tambah Yoyo.
Terkait dukungan pembiayaan, ia juga menyinggung potensi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor ekonomi kreatif yang dinilai masih bisa dimaksimalkan.
“KUR untuk ekonomi kreatif itu ada alokasi besar, dan tempat seperti ini sudah terbukti konsep bisnisnya. Bahkan secara regulasi, kekayaan intelektual bisa dijadikan agunan. Ini yang terus kami dorong,”jelasnya.
Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM ekonomi kreatif.
“Kami melakukan fungsi pengawasan ini untuk memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang didorong DPR benar-benar bisa terasa langsung oleh pelaku UMKM, khususnya di bidang ekonomi kreatif,” pungkasnya. (ayu/rdn)